Sabtu, 01 Juni 2019

Rangkuman Hadits Arba'in ke 2 oleh Ust. Faisol Tantowi

Tidak ada komentar:
Rangkuman Ceramah Tarawih
2 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Faisol Tantowi

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ, لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ, حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم, فأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ, وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ, وَ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِسْلاَمِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : اَلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ, وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ, وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ, وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. قَالَ : صَدَقْتُ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْئَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ. قَالَ : صَدَقْتَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ, قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ قَالَ : مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا, قَالَ : أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا, وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِيْ الْبُنْيَانِ, ثم اَنْطَلَقَ, فَلَبِثْتُ مَلِيًّا, ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرُ, أَتَدْرِيْ مَنِ السَّائِل؟ قُلْتُ : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ : فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Umar bin Khaththab RA berkata :
Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata :
“Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah;
menegakkan shalat;
menunaikan zakat;
berpuasa di bulan Ramadhan,
dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.
Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”.
Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah;
malaikatNya;
kitab-kitabNya;
para RasulNya;
hari Akhir,
dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,”
ia berkata, “Engkau benar.”
Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?”
Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”
Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!”
Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya;
jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”
Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?”
Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,”
Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” [HR Muslim, no. 8]

Sedikit Penjabaran tentang hadits tersebut

1.  رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ
Seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih
Maksudnya : pakaian putih merupakan pakaian yang paling utama. Ketika menuntut ilmu dengan mengenakan pakaian putih hukumnya sunnah.

2. شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ
Amat hitam rambutnya
Maksudnya : alangkah baiknya jika orang menuntut ilmu ketika dimasa mudanya. Dimana rambutnya masih hitam dan belum berubah menjadi putih (beruban yang menandakan tua), otaknya masih cemerlang, tenaganya masih kuat. Tetapi sebaik2 orang menuntut ilmu ialah orang yang menuntut ilmu dari buaian ibu hingga liang lahat.

3. أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah
Maksudnya : Semua orang yang mau masuk islam diwajibkan mengikrarkan kesaksian bahwa Allah adalah satu2nya yang berhak disembah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah dengan membaca 2 kalimat syahadat. Bagaimana untuk anak2 yang orangtuanya muslim? Apa mereka harus membaca syahadat lagi ketika baligh? Jumhur Ulama mengatakan bahwa anak yang orangtuanya muslim, maka anak tersebut otomatis juga seorang muslim. Itu sebabnya, meskipun anak kita belum baligh, kita dianjurkan untuk mengajarkan dan membiasakan anak kita utk sholat 5 waktu. Dan didalam sholat itulah, anak kita biasa mengucapkan syahadatain.

4. قَالَ : صَدَقْتُ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْئَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ
lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.
Maksudnya : Dalam menuntut Ilmu, jika ada seseorang yang mengetahui suatu ilmu dan bertanya pada seorang guru untuk menjelaskan ilmu tersebut dengan tujuan agar yang mendengarkan bisa mengetahui ilmu tersebut juga, maka hal ini diperbolehkan. Tetapi jika ada seseorang yang mengetahui suatu ilmu dan bertanya pada seorang guru dengan tujuan untuk mengetes keilmuan guru itu dan untuk mencelanya, maka ini tidak diperbolehkan.

5. أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ
_Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; MalaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya;
hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,”_
Maksudnya : Dalam rukun Iman memang Malaikat disebutkan lebih dahulu daripada Rasul. Hal ini bukan menandakan bahwa Malaikat lebih mulia daripada Rasul. Ini diurutkan sesuai urutan penciptaannya. Rasul dan malaikat adalah makhluk Allah yang mulia. Hanya saja Rasul memiliki tingkat kemuliaan lebih daripada malaikat. Hal ini dikarenakan perjuangan, kesabaran, ketekunan para Rasul dalam menyebarkan islam.

6. أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا
Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya
Maksudnya : tanda2 kiamat salahsatunya ialah banyaknya anak yang durhaka pada orangtuanya. Yang memperlakukan orangtuanya seperti budak.

7. قُلْتُ : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ
Aku(Umar) menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,”
Maksudnya : Para Sahabat mengajarkan pada kita untuk selalu tawadhu' dalam menuntut ilmu.

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Rangkuman Hadits Arba'in ke 23 oleh Ust. Rezha Ariffianta

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
23 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. M. Rezha Ariffianta
Tema : Setiap Kebaikan adalah Shodaqoh (Hadits Arba'in No. 23)

عن أَبِي مَالِكٍ الحَارِثِ بْنِ عَاصِمٍ الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:) الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيْمَانِ، وَالحَمْدُ للهِ تَمْلأُ المِيْزَانَ، وَسُبْحَانَ اللهِ والحَمْدُ للهِ تَمْلآنِ – أَو تَمْلأُ – مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، وَالصَّلاةُ نُورٌ، والصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَو مُوْبِقُهَا (رَوَاهُ مُسْلِمٌ.)

Dari Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bersuci itu sebagian dari iman, ucapan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) itu memenuhi timbangan. Ucapan subhanallah (Mahasuci Allah) dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah), keduanya memenuhi antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti nyata, kesabaran adalah sinar, Al-Qur’an adalah hujjah yang membelamu atau hujjah yang menuntutmu. Setiap manusia berbuat, seakan-akan ia menjual dirinya, ada yang memerdekakan dirinya sendiri, ada juga yang membinasakan dirinya sendiri.’”(HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 223]

Penjabaran ttg hadits tersebut

1. الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيْمَان
‘Bersuci itu sebagian dari iman,

Apa hubungan bersuci dengan iman??
Iman itu membersihkan hati kita dari kotoran2 hati
Sedangkan bersuci itu membersihkan jasad lahiriyah kita dari kotoran dan najis

Suatu ibadah memiliki syarat sah yaitu dengan mensucikan lahiriyah diri. Contoh, Syarat sah sholat adalah mensucikan diri dari hadats dan najis. Untuk mensucikan diri tersebut, haruslah dilakukan dengan cara thoharoh (bersuci). Sedangkan sholat adalah bagian dari keimanan. Inilah hubungan anyara bersuci dan keimanan.

2. وَالحَمْدُ للهِ تَمْلأُ المِيْزَانَ،
ucapan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) itu memenuhi timbangan.

Meskipun terlihat ringan, tetapi ucapan hamdalah ini bisa memberatkan timbangan kebaikan kita di akhirat kelak.

3. وَسُبْحَانَ اللهِ والحَمْدُ للهِ تَمْلآنِ – أَو تَمْلأُ – مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْض

Ucapan subhanallah (Mahasuci Allah) dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah), keduanya memenuhi antara langit dan bumi.

Ucapan tasbih dan tahmid tidak hanya memenuhi antara langit dan bumi, tetapi dengan ucapan ini Allah akan meringankan beban kita. Allah akan mudahkan jalan kita. Allah akan bantu kita menemukan solusi untuk setiap masalah kita. Insyaallah


4. وَالصَّلاةُ نُورٌ
Shalat adalah cahaya

Allah SWT berfirman:

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ يَسْعٰى نُوْرُهُمْ  بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ بُشْرٰٮكُمُ الْيَوْمَ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا  الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ  ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

"Pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikian itulah kemenangan yang agung."
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 12)

Di akhirat kelak, akan ada orang2 yang berlimpahkan cahaya di seluruh tubuhnya sebagai tanda bahwa orang tersebut adalah orang2 yang semasa hidupnya tidak pernah meninggalkan sholat.

Untuk itu, jangan sampai kita meninggalkan sholat. Karena berapa banyak manusia yang ingin dihidupkan kembali hanya utk melaksanakan sholat.

Sholat juga disebut sebagai pintu ilmu. Sehingga, barang siapa yang istiqomah melaksanakan sholat, insyaallah akan dibukakan pintu2 ilmu untuk dirinya.

5. والصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ
sedekah adalah bukti nyata,

Shodaqoh adalah pembuktian dari keimanan kita.

Allah SWT berfirman:

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِ
"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?"
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ
"Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,"
وَ لَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ
"dan tidak mendorong memberi makan orang miskin."
(QS. Al Ma'un ayat : 1-3)

Pada surat diatas menjelaskan ciri2 orang yang mendustakan agama, salah satunya adalah tidak memberi makan orang miskin (tidak bersedekah). Hal ini menjadi bukti bahwa orang yg tidak mau bersedekah padahal dia mampu bisa dikatakan sebagai pendusta agama, dan orang yang mau bersedekah sebagai orang yang membuktikan keimanan mereka.

6. وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ،
kesabaran adalah sinar

Apa beda sinar dan cahaya. Jika sinar itu biasanya diiringi dengan panas. Seperti sinar matahari. Dan untuk mendapatkan sinar ini, kita harus bisa menahan "panas" yang mengiringinya.

Sabar dibagi menjadi 3 :

1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah

2. Sabar dalam menghadapi maksiat

3. Sabar dalam menghadapi takdir

7. وَالقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
, Al-Qur’an adalah hujjah yang membelamu atau hujjah yang menuntutmu

Al Qur'an bisa menjadi pembela / penolong bagi orang2 yang membacanya.

اِنَّ اﷲَ يَرفَعُ بِهَذِالكِتَابِ اَقْوَامًا وَيَضَعُ بِه اٰخَرِيْنَ

Sesungguhnya Allah mengangkat derajat kaum2 dengan Al Qur'an dan menjatuhkan kaum2 yang lain juga dengan Al Qur'an)

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Rangkuman Hadits Arba'in ke 22 oleh Ust. Made Mansyur

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
22 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Made Mansyur
Tema : Jalan ke Surga (Hadits Arba'in No. 22)

عن ابي عَبْدِ اللهِ جَابِرِ بنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “أَرَأَيْتَ إِذا صَلَّيْتُ المَكْتُوبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الحَلاَلَ، وَحَرَّمْتُ الحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلى ذَلِكَ شَيئاً أَدْخُلُ الجَنَّةَ؟ قَالَ: نَعَمْ” (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Dari Abu ‘Abdillah Jarir bin ‘Abdillah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Bagaimana pendapat Anda (kabarkan padaku), apabila aku mengerjakan shalat-shalat fardhu, puasa di bulan Ramadhan, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambahnya sedikit pun dari itu, apakah aku akan masuk surga?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.”(HR. Muslim). [HR. Muslim, no. 15]

Sedikit Penjabaran tentang Hadits tersebut

1. أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Rasulullah adalah manusia yang menjadi teladan yang baik. Rasulullah adalah tempat para kaum muslimin bertanya terhadap masalah mereka. Tidak ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Rasul. Tidak ada masalah yang tidak bisa Rasul berikan solusinya. Semua masalah dan pertanyaan bisa diselesaikan oleh Rasul. Sehingga pada saat itu sudah menjadi hal biasa untuk datang menemui Rasul untuk menyelesaikan masalah.

2.  إِذا صَلَّيْتُ المَكْتُوبَاتِ
apabila aku mengerjakan shalat-shalat fardhu,

Shalat fardhu yang dikerjakan dengan sebenar2nya sesuai dengan syariat. Dari segi syarat wajib, syarat sah, rukun, sunnah, dan segala yang membatalkan sholat harus diikuti dan dilaksanakan dengan sebenar2nya.

3. وَصُمْتُ رَمَضَانَ
puasa di bulan Ramadhan

Puasa dengan sebenar2nya puasa. Tidak asal2an. Mengikuti peraturan yang ada

4. وَأَحْلَلْتُ الحَلاَلَ، وَحَرَّمْتُ الحَرَام
menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram

Inilah yang paling berat dilakukan. Karena terkadang kita terlena pada sesuatu yang haram dan meninggalkan yang halal. Inilah yang menjadi tanda pantaskah kita masuk ke SurgaNya. Karena banyak sekali orang yang terjerumus kedalam kemaksiatan karena menyepelekan perkara ini. Namun jika kita bisa menjaga diri dengan baik terhadap perkara ini, maka Insyaallah Allah akan selalu menjaga hati dan langkah kita didalam jalan yang lurus.

دَرْءُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَىٰ جَلْبِ الْمَصَالِحِ

“Menolak mudharat (bahaya) lebih didahulukan dari mengambil manfaat”

Menjauhi yang haram (mudharat) jauh lebih didahulukan daripada mengambil manfaat (mengerjakan amal sholeh). Karena jika kita bisa mencegah diri kita dari kemudharatan, maka insyaallah kita pun bisa dengan mudah mengambil manfaat (mengerjakan amal sholeh)

5. أَدْخُلُ الجَنَّةَ؟ قَالَ: نَعَمْ
apakah aku akan masuk surga?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.”

Laki2 tersebut bertanya, apakah dengan melaksanakan hal2 yang disebutkan pada hadits diatas seseorang sudah bisa masuk surga?. Rasul pun menjawab "Bisa"

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Rangkuman Hadits Arba'in ke 21 oleh Ust. Imam Nawawi

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
21 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Imam Nawawi
Tema : Istiqomah dan Iman (Hadits Arba'in No. 21)

Dari Abu ‘Amr—ada yang menyebut pula Abu ‘Amrah—Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku berkata: Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 38]

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa Abu Sufyan bin Abdillah meminta agar Rasul memberikan wasiat kepadanya dimana wasiat tersebut tidak perlu ditanyakan kepada seorangpun selain Rasul.
Lalu Rasul menjawab "Berimanlah kepada Allah kemudian Istiqomahlah (konsisten) diatas tali agama Allah sampai akhir hayat.

istiqomah artinya terus menerus (konsisten) berada di jalur yang lurus, berusaha tetap berada di jalur itu hingga akhir hayat. Berusaha utk selalu menjalankan ketaatan dan meninggalkan hal2 yang dilarang.

Setiap orang seharusnya tetap beristiqomah dalam keimanan. Selalu berusaha sebaik mungkin dan konsisten dalam mengerjakan yang baik2 dan menjauhi laranganNya. Istiqomah bukan berarti seseorang tidak pernah melakukan kesalahan atau dosa. Tetapi, seharusnya jika dia tergelincir dalam perbuatan dosa, dia bertaubat dan kembali beristiqomah ditali agama Allah. Itulah sebabnya, Allah menggandeng perintah istiqomah dengan perintah istighfar.

Allah SWT berfirman:

..... فَاسْتَقِيْمُوْۤا اِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ  ....

"... karena itu tetaplah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya...."
(QS. Fussilat 41: Ayat 6)

Ibnu Rajab mengatakan, Ayat ini menjelaskan bahwa dalam upaya beristiqomah, selalu ada kekurangan yang kekurangan itu ditutupi dengan beristighfar memohon ampun kepada Allah lalu bangkit kembali untuk beristiqomah.

Dalam beristiqomah hendaknya kita :

1. Selalu berdoa kepada Allah agar dijagakan hati kita dalam kebaikan

2. Senantiasa berusaha utk menjaga lisan dan hati kita

3. Senantiasa belajar mengkaji agama kepada guru2 kita

4. Sering berkumpul bersama orang2 sholeh

5. Banyak beramal sholeh

6. Bersabar karena Allah dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan dunia

Istiqomah bukan berarti tidak boleh lelah. Karena dengan lelah kita bisa mengerti "Aku Harus Kuat". Jika kau lelah, istirahatlah sejenak, lalu bangkit lagi. Tetapi jangan berhenti dan menyerah.

الاستيقمۃ خير من الف كرامۃ

Istiqomah itu lebih baik daripada seribu kemuliaan

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Jumat, 31 Mei 2019

Rangkuman Hadits Arba'in ke 1 oleh Ustad Drs.H.Sholeh Wahid

Tidak ada komentar:
Intisari dari tausyah tarawih yg di sampaikan Ust. Sholeh tadi malam adalah:

Rasulullah mewasiatkan kita untuk menjalankan niat dg serius. Terlebih lagi dalam niat puasa ramadhan.

1. Niat dg keseriusan
2. Tahapan tahapan dg planing
3. Niat yg terkandung ke istiqomahan.

Mari berusaha mem planning ramadhan ini adalah ramadhan terbaik seumur hidup, tidak akan pernah bermain main.

Bertekad bulat & yakin akan janji Allah. Yakin bahwa Allah akan merubah hidup kita mjd lebih baik, Allah akan menolong urusan kita. Maka kita niatkan semuanya karna Allah.

Niat yg bulat, niat utk ibadah, singkirkan hp kita sejenak karna waktu terbaik ini adalah waktu utk berzikir.

Benar benar penuh dg kesungguhan.

#SpiritRamadhan
#DariMasjidKitaBangkit

Panitia Ramadhan YASMAIBA

Rangkuman Hadits Arba'in ke 19 oleh Ustad Siswo Susetyo

Tidak ada komentar:
HADITS KESEMBILAN BELAS

عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ : يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ
كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ
[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً].

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah ), niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu ). Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering ) .
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : Haditsnya hasan shahih). Dalam sebuah riwayat selain Turmuzi dikatakan : Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya didepanmu. Kenalilah Allah di waktu senggang niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan luput darimu tidaklah akan menimpamu dan apa yang ditetapkan akan menimpamu tidak akan luput darimu, ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran dan kemudahan bersama kesulitan dan kesulitan bersama kemudahan).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1. Perhatian Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam mengarahkan umatnya serta menyiapkan generasi mu’min idaman.

2. Termasuk adab pengajaran adalah menarik perhatian pelajar agar timbul keinginannya terhadap pengetahuan sehingga hal tersebut lebih terkesan dalam dirinya.

3. Siapa yang konsekwen melaksanakan perintah-perintah Allah, nicsaya Allah akan menjaganya di dunia dan akhirat.

4. Beramal saleh serta melaksanakan perintah Allah dapat menolak bencana dan mengeluarkan seseorang dari kesulitan.

5. Tidak mengarahkan permintaan apapun (yang tidak dapat dilakukan makhluk) selain kepada Allah semata.

6. Manusia tidak akan mengalami musibah kecuali berdasarkan ketetapan Allah ta’ala .

7. Menghormati waktu dan menggunakannya kepada sesuatu yang bermanfaat sebagaimana Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam memanfaatkan waktunya saat beliau berkendaraan.

Rangkuman Hadits Arba'in ke 20 oleh Ustad Fajar Budiman

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
20 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Fajar Budiman
Tema : Malu sebagian dari Iman

Malu adalah perisai dan mahkota kaum muslimin.

Imam Nawawi pernah berkata "Seseorang akan meninggal sesuai dengan kebiasaannya."
Jika seseorang terbiasa melakukan kebaikan maka ia akan wafat dengan akhir yang baik begitupula sebaliknya.

Hal ini juga berlaku bagi orang yang bisa menjaga malunya. Jika dia bisa menjaga malunya, maka di akhirat kelaj Allah juga akan menjaganya dan menutupi aibnya. Begitu pula jika dia tidak bisa menjaga malunya, maka Allah pun akan membuka aib2nya di akhirat kelak. Naudzubillahi min dzalik

Padahal setiap anak adalah investasi utk orangtuanya. Orangtua bisa masuk surga ataupun terjerumus ke neraka ialah salahsatu penyebabnya adalag karena akhlak anaknya. Inilah pentingnya kita menjaga malu. Guna menjaga diri sendiri dan orang yang kita kasihi.

Beberapa keutamaan Malu :

1. Malu tidak akan mendatangkan apapun selain kebaikan

2. Malu adalah salah satu cabang keimanan

Rasulullah SAW pernah bersabda "Iman itu ada 70 atau 60 cabang lebih, yang paling utama adalah ucapan  لااله الا الله  sedangkan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan malu itu salah satu cabang keimanan

3. Allah mencintai hambaNya yang malu

4. Malu adalah akhlak islam

Rasulullah SAW pernah bersabda "Sesungguhnya Setiap agama memiliki akhlak. Dan akhlak yang terbaik adalah akhlak malu"

5. Malu sebagai pencegah pemiliknya dari kemaksiatan.

6. Malu akan mengantarkan seseorang ke Surga

Mulai sekarang, mari kita tanamkan sikap malu pada diri sendiri atau orang terkasih kita. Malu utk berbuat maksiat, malu untuk membangkang perintah Allah, serta malu untuk mengerjakan segala keburukan.

الحياءمن الايمان
Malu sebagian dari iman

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Rangkuman Hadits Arba'in ke 18 oleh Ustad Nawawi

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
18 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Nawawi
Tema : Bertaqwa dan Beramal Sholeh

Secara garis besar, Taqwa adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Bertaqwa keoada Allah selalu menjadi kalimat pertama Rasul di setiap Khatbahnya.
Ceramah yang disampaikan Ust. Nawawi Menjelaskan bahwa bertaqwa itu ada beberapa caranya :

1. Mendirikan Shalat Fardhu maupun Sunnah
Tidak hanya Shalat farddhu saja yang perlu ditegakkan, tetapi shalat sunnah pun juga harus didirikan. Karena dari shalat sunnah inilah yang akan menyempurnakan shalat fardhu kita serta Allah pun menjanjikan berbagai ganjaran kebaikan bagi yang mendirikan shalat sunnah

Allah SWT berfirman:

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ  ۗ  وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ

"Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 45)

Betapa pentingnya shalat bagi kaum muslimin. Allah memerintahkan pada kita untuk meminta pertolongan dengan sabar dan shalat. Dalam ayat tersebut juga sudah dikatakan bahwa shalat itu berat. Shalat itu berat karena ganjarannya adalah SurgaNya Allah. Sedang shalat itu berat kecuali untuk orang2 yang khusyuk. Dan tempat bagi Orang2 yang khusyuk adalah surga.

Allah juga menjanjikan ganjaran yang luar biasa bagi orang yang juga mendirikan Shalat Sunnah. Seperti pada hadits nabi :

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum  zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.”

Hadits tersebut membicarakan tentang shalat Rawatib yang dilaksanakan sebanyak 12 rakaat dalam sehari semalam, yaitu :

a. 4 rakaat sebelum dzuhur
b. 2 rakaat sesudah dsuhur
c. 2 rakaat sesudah maghrib
d. 2 rakaat sesudah isya'
e. 2 rakaat sebelum shubuh

2. Berpuasa

Sebagaimana Allah menjelaskan pada FirmanNya :
Allah SWT berfirman:

يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)

Dalam ayat tersebut sudah secara terang menjelaskan bahwa Allah mewajibkan kita berpuasa agar kita menjadi orang yang bertaqwa

Berusaha menjadi orang yang bertaqwa adalah sesuatu yang harus dilaksanakan sampai ajal menjemput. Jangan sampai kita hanya berusaha di waktu2 tertentu saja. Berusahalah setiap hari, karena Allah melihat usaha kita

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Rangkuman Hadits Arba'in ke 17 oleh Ustad Suherman

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
17 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Suherman
Tema : Berbuat Baik dalam Segala Hal (Hadits Arbain No. 17)

انّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat baik terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah hewan yang akan disembelih.”  (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 1955, Bab “Perintah untuk berbuat baik ketika menyembelih dan membunuh dan perintah untuk menajamkan pisau"

Hadits tersebut menjabarkan bahwa kita harus berbuat ihsan kepada segala sesuatu.

1. Berbuat baik kepada sesama manusia

Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَآىِٕ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ  يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
(Qs. An Nahl : 90)

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الله يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ.
“Sesungguhnya Allah menyukai jika  kalian melakukan perbuatan  dilakukan   secara itqan (sempurna).” (HR. Al Baihaqi)

2. Melakukan perbuatan dengan cara terbaik. Juga termasuk didalamnya ketika dalam situasi dan kondisi yang emosional, seperti peperangan.

 Karena umumnya, disaat peperangan terjadi, manusia yg terlibat didalamnya akan menjadi brutal. Bagaimana suatu kaum bisa memenangkan peperangan jika mereka tidak bisa menahan diri mereka dan melakukan sesuatu yang baik, misal terhadap musuh. Bahkan, jika suatu kaum hendak membunuh kaum yang "halal" darahnya, maka hendaklah mereka membunuh dengan cara tercepat supaya tidak menyiksa musuh tersebut

3. Melakukan perbuatan baik kepada makhkuk lain, seperti hewan ternak. Baik ketika mereka hidup, ketika dalam pemeliharaan, ataupun ketika hendak disembelih untuk keperluan hidup manusia

Sedikit penjabaran lafadzh hadits tersebut

1. انّ اللَّهَ كَتَبَ
Sesungguhnya Allah memerintahkan

Menurut para ulama ushul, lafadh tersebut membawa makna wajib.

2. الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ
berbuat baik terhadap segala sesuatu

Kata Ihsan disini adalah perbuatan yang sempurna. Lalu secara syarah, kata ihsan dijelaskan pada penggelan hadits nabi yang berbunyi :

...فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ, قَالَ :أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ...
_....“Beritahukan kepadaku tentang ihsan”.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”..._

3. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَة
Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik.

Bunuhlah dengan cara terbaik dan tercepat. Jangan membunuh anak2, wanita, dan orang tua renta. _(yang dibolehkan dibunuh adalah mereka2 yang dihalalkan darahnya sesuai syariat)

4. وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
Jika kalian hendak menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah hewan yang akan disembelih

Ketika kita hendak menyembelih hewan untuk kebutuhan kita, maka kita harus menyembelihnya dengan cara yang baik. Kita dilarang memperlakukan hewan sembelihan dengan cara yang kejam. Adapun beberapa cara yang dilakukan dalam penyembelihan hewan :
1. Menyebut Nama Allah ketika menyembelih
2. Menajamkan alat yang digunakan untuk menyembelih
3. Menyediakan tempat penyembelihan yang baik sehingga tidak membuat hewan lain mengalami trauma
4. Menyembelih pada bagian tubuh yang sekiranya dapat membuat hewan tersebut cepat mati sehingga tidak menyiksa hewan tersebut.
5. Diperlakukan secara lembut dan tidak boleh diperlakukan secara kejam
6. Menyembunyikan alat yang digunakan untuk menyembelih,  agar tidak membuat hewab menjadi stress bahkan trauma

Allah memerintahkan kita untuk selalu berbuat baik kepada segala sesuatu, tidak hanya kepada sesama manusia, bahkan sesama makhkuk Allah yang lain.

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Rangkuman Hadits Arba'in ke 16 oleh Ustad Hidayat

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
16 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Hidayat
Tema : Jangan Marah!! Maka bagimu Surga (Hadits Arbain No. 16)

عن ابِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ
(رَوَاهُ البُخَارِی)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6116]

Rasulullah mewasiatkan pada kita suatu wasiat yang sangat baik. Wasiatnya adalah Jangan Marah
Wasiat tersebut tercermin pada diri Rasulullah sendiri. Rasul adalah manusia paling welas asih seantero alam. Bahkan Rasul tidak marah ketika kaum kafir melempari beliau dengan kotoran, mengatai beliau dengan cacian yang menyakitkan hati. Bahkan para Malaikat yang menyaksikan kehadian tersebut sampai menawarkan pada Nabi suatu penawaran yang jika nabi menerimanya, maka akan langsung dikabulkan. Malaikat berkata "jika kau mau aku meluluhlantahkan bumi yang mereka (kaum kafir yang menghina nabi) pijak, maka sekarang juga aku akan laksanakan"

Tetapi Nabi tidak menerima tawaran itu dan memilih untuk memaafkan mereka. Bahkan Nabi mendoakan mereka dengan doa yang sangat lembut
 اللهم اهدي قومي
Yaa Allah berikanlah hidayah kepada kaumku
Nabi berdoa seperti ini, karena tidak ada yang tau jika nantinya bisa saja keturunan kaum kafir tersebut adalah seorang kafir atau seorang muslim. Itu sebabnya, Nabi mendoakan kebaikan utk mereka.

Kita sebagai umat nabi, sudah sepantasnya meniru Nabi. Jika nabi adalah seorang pemaaf, maka seharusnya kita pun bisa menjadi seorang yang pemaaf.

Allah SWT berfirman:

وَسَارِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ  وَالْاَرْضُ ۙ  اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ ۗ  وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"

"(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 133-134)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah memerintahkan kita untuk bersegera mencari ampun kepada Allah. Serta Allah menjanjikan sebuah ganjaran kebaikan yaitu surga yang luasnya seluas langit dan bumi bagi orang2 yang bertaqwa.

Lalu siapakah orang2 yang bertaqwa itu??
Dia ayat selanjutnya, dijelaskan bahwa orang2 bertaqwa ialah :

1. Orang yang Berinfaq dikala lapan maupun sempit

2. Orang yang bisa menahan amarahnya

3. Orang yang memaafkan orang lain

Mudah2an kita bisa selalu berusaha dalam memenuhi perintah Allah dan RasulNya sehingga kita bisa menjadi orang yang bertaqwa dihadapan Allah.
Aamiin Yaa robbal Alamiin

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Rangkuman Hadits Arba'in ke 15 oleh Ustad Lalu Syukur Bahri

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
15 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Lalu Syukur Bahri
Tema : Dari sifat-sifat keimanan (Hadits Arbain No. 15)

Definisi iman menurut para pakar Aswaja

1. التصديق باالقلب
Di benarkan oleh hati
Jadi apapun kegiatan yang dibenarkan oleh hati, maka itulah yg disebut keimanan

2. والاكرار بأالسان
Diikrarkan oleh lisan

3. والعمل باالاركان
Dikerjakan dengan perbuatan

Adapun hadits yang menjabarkan tentang keimanan :

عن أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.
(رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”
(HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 6018, 6019, 6136, 6475 dan Muslim, no. 47]

Dari hadits tersebut, kita bisa merangkum apa2 saja yg hendaknya para muslimin kerjakan jika mereka beriman pada Allah dan hari akhir

1. Berkata yang baik, jika tidak bisa maka diam

2. Memuliakan tetangga

3. Memuliakan tamu

Selain itu, kami akan menjabarkan sifat2 orang beriman yang kami rangkum dari ceramah Ust. Lalu Syukur :

1. Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُم....

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya,
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)

2....وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا ....
dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)

3. ...وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ 
dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)

4. اقيم الصلوۃ
Mendirikan Shalat

5. اتوالزكاۃ
Menunaikan zakat

Kesimpulannya, Iman adalah segala sesuatu yang dibenarkan oleh hati, lalu apa yang dibenarkan oleh hati itu diikrarkan oleh lisan serta dilaksanakan dengan perbuatan.

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Rangkuman Hadits Arba'in ke 14 oleh Ust. Tubagus Jaja Marjuki

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
14 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Tubagus Jaja Marjuki
Tema : Haramnya Darah Seorang Muslim (Hadits Arbain No. 14)

Tidak halal darah seorang muslim. Jangankan darahnya, menyakiti seorang muslim dengan perkataan yang menyakitkan, meskipun sakitnya tidak terlihat, itu saja dilarang oleh agama.

Lidah adalah anggota tubuh yang tidak bertulang. Lidah juga adalah anggota tubuh manusia yang paling banyak menjerumuskan manusia kedalam neraka. Menyakiti perasaan orang lain, berbohong, bahkan memfitnah dikatakan lebih kejam daripada pembunuhan. Kita sudah banyak melihat kejadian saling membunuh, saling bermusuhan yg diawali dari satu anggota tubuh yang satu ini, lidah.

Oleh karena itulah, kita harus menjaga lisan kita dari segala hal2 buruk yang bisa merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Karena hal itu bisa saja menjerumuskan kkta kedalam azab yang pedih. Naudzubillah min dzalik

Tetapi, lidah juga bisa membawa seseorang itu masuk ke dalam nikmat yang abadi, Syurga. Dengan menjaga lisannya, sehingga dia menjaga dirinya sendiri dan orang lain. Serta Allah akan memberi balasan utk orang2 yang beriman dan beramal sholeh dengan sebaik2 balasan.

Allah SWT berfirman:

وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ  ۗ  كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا  ۙ  قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا  ۗ  وَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ  ۙ  وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu. Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 25)

Adapun berkaitan dengan tema ini, bahwa ada suatu hadits dengan redaksi :

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَحِلُّ دَمُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ المُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, ‘Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga sebab: (1) orang yang telah menikah yang berzina, (2) jiwa dengan jiwa (membunuh), (3) orang yang meninggalkan agamanya (murtad), lagi memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim)  (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 6878 dan Muslim, no. 1676]

Dalam hadits tersebut, secara umum darah seorang muslim itu haram kecuali jika orang tersebut melakukan 3 hal yang membuat darahnya menjadi halal (boleh dibunuh) yaitu:

1. Orang yg telah menikah yg berzina
2. Jiwa dengan jiwa (saling membunuh)
3. Orang yang murtad
( tetapi hukum ini tidak diberlakukan dinegara kita )
Kami akan menjelaskan salah satu dari 3 hal yg membuat darah seorang muslim menjadi halal, yaitu saling membunuh. Dewasa ini, kita melihat banyak sekali sesama manusia secara umum dan sesama muslim saling membunuh. Alasannya beragam, tetapi kebanyakan memiliki awal penyebab yang sama, yaitu hal2 yang berasal dari lisan. Entah karena si pembunuh sakit hati oleh perkataan yang dibunuh, entah karena fitnah, entah karena ada yang mengadu domba si pembunuh dan yang membunuh. Inilah bahayanya anggota tubuh yang kita sebut lisan itu.

Itu sebabnya, selain kita secara sadar harus menjaga lisan kita dari segala hal2 yang merugikan kita dan orang lain , hendaklah kita juga bersegara meminta maaf serta memohon ampun apabila kita mungkin secara tidak sadar mengeluarkan kata2 yang mungkin menyakitkan atau mungkin sampai menimbulkan hal2 yang berakibat buruk nantinya.

Allah SWT berfirman:

وَسَارِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ  وَالْاَرْضُ ۙ  اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 133)

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Rangkuman Hadits Arba'in ke 13 oleh Ustad Drs.H.Imam muhayat,MA

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
13 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Drs. H. Imam Muhayat, MA
Tema : Persaudaraan Iman dan Islam (Hadits Arbain No. 13)

عن ابي حَمْزَةَ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
[HR. Bukhari, no. 13 dan Muslim, no. 45]

Sedikit Penjabaran tentang Hadits tersebut

1. لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri
Maksudnya : Seseorang dikatakan beriman dengan iman yang sempurna ialah ketika seseorang tersebut mencintai saudaranya (sesama manusia) seperti ia mencintai dirinya sendiri.

Setiap manusia pasti mencintai dirinya sendiri. Karena manusia mencintai dirinya, maka dia akan menjaga dirinya. Menjaga dirinya dari segala sesuatu yang menyakitinya, dari sesuatu yang menyesatkannya, dari sesuatu yang mencelakakannya, dan dari segala sesuatu yang ditakutkan bisa membawa dampak buruk pada dirinya. Inilah yang dimaksud mencintai diri sendiri.

Dalam redaksi hadits tersebut dijelaskan bahwa jika seseorang ingin dikatakan beriman dengan iman yang sempurna, maka dia harus mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. Jika dia tidak mau tubuhnya terluka, maka dia tidak boleh membuat saudaranya (sesama manusia) juga terluka tubuhnya. Jika dia tidak ingin dirinya terjebak dalam kesesatan, maka dia juga harus menjaga saudaranya dari kesesatan, misal dengan selalu mengingatkan pada kebaikan dan lain sebagainya.

Dan segala sesuatu akan dibalas sesuai dengan niat dan perbuatannya. Jika kita bisa menjaga dan mencintai saudara kita, maka saudara kita pun juga akan menjaga dan mencintai kita. Apa yang kita inginkan seseorang melakukan pada kita, maka kita haruslah terlebih dulu melakukannya.

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏
 
back to top