Rangkuman Khutbah Idul Fitri 1440 H oleh Ust.Drs.H.Sholeh Wahid

*MASJID AGUNG IBNU BATUTAH*
*Rangkuman Khotbah Sholat Ied*
*1 Syawal 1440 H*
*Oleh : Ust. Drs. H. Sholeh Wahid*
*Tema : Dengan Idul Fitri Kita Wujudkan Keharmonisan*

Sebuah Hadits Qudsi menyebutkan,

_"Apabila mereka berpuasa di Bulan Ramadhan, kemudian mereka keluar untuk merayakan hari raya, maka Allah berfirman, *"Wahai Malaikatku, setiap yang mengerjakan amal kebajikan dan meminta balasannya, Sesungguhnya Aku telah Mengampuni mereka"* seseorang kemudian berseru, *"Wahai Umat Muhammad pulanglah kalian ke tempat tinggal kalian! Sesungguhnya keburukan kalian akan diganti dengan kebaikan2,"kemudian Allah pun berfirman, "Wahai hambaKu sekalian, wahai hambaKu sekalian! Kalian telah berpuasa untukKu dan berbuka hanya untukKu, maka bangunlah kalian sebagai orang yang telah mendapat ampunan"*

Pada suatu hari, Rasulullah SAW berkumpul bersama para sahabatnya. Ditengah2 perbincangan dengan para sahabatnya, tiba2 Rasulullah tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya. Umar RA yang berada di sebelah Rasulullah bertanya, _"Demi engkau, ayah dan ibuku sebagai tebusannya. Wahai Rasulullah, apa yang membuatmu tertawa?"_ maka beliau menjawab,

_"Baru saja, aku diberitahu oleh Malaikat. Bahwa di hari Kiamat nanti, ada 2 orang yang saling bermusuhan, saling membenci, dan mereka duduk bersimpuh memohon balasan kepada Allah SWT, sambil menundukkan kepala mereka dengan penuh harap kepada Allah. Salah satu diantara mereka yaitu yang dizalimi mereka berkata, memohon kepada Allah, "Yaa Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku Ya Allah, karena dulu, dia telah berbuat zalim padaku." Orang ini menyampaikan dengan dada yang sesak, dengan tangisan yang penuh harap kiranya Allah memberikan balasan yang buruk kepada orang yang melakukan kezaliman tersebut. Maka, Allah pun berfirman "Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan dari saudaramu ini, karena tidak ada kabaikan didalam hidupnya sedikitpun" orang tersebut berkata, "Yaa Rabb, biarkan dosa2ku dipikul olehnya Yaa Rabb. Dengan dada yang sesak dan sakit hati yang luar biasa, ia berharap Allah membalas keburukan kepada sahabatnya yang berbuat zalim."_

Sampai disini, barkaca2 mata Rasulullah. Beliau tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis, lalu beliau bersabda,

_"Hari itu adalah hari yang begitu mencekam. Dimana setiap manusia ingin agar orang lain mau memikul beban dosa2nya." Rasulullah melanjutkan kisahnya. Lalu beliau bersabda, "Dan Allah berfirman kepada orang yang mengadu tadi, 'Sekarang wahai hambaKu, berhentilah sejenak mengadu. Sekarang angkatlah kepalamu'kemudian orang itu mengangkat kepalanya, lalu dia berkata ' Yaa Rabb, aku melihat didepanku istana2 yang terbuat dari emas. Dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas, perak, dan bertahtakan intan berlian. Istana2 itu, istana Nabi yang mana Yaa Rabb?? Orang baik yang mana Yaa Rabb?? Untuk Syuhada' yang mana Yaa Rabb??' Allah berfirman, ' Istana itu diberikan pada orang yang mampu membayar harganya.' orang itu berkata, 'Siapakah yang akan mampu membayar harganya Yaa Rabb??' Allah berfirman 'engkaupun mampu membayar harganya jika kau mau' orang itu pun terheran2 sambil berkata 'dengan cara apa aku membayarnya Yaa Rabb?' Allah berfirman, 'Caranya, engkau maafkan saudaramu yang duduk disebelahmu itu. Yang kau adukan kezalimannya padaKu. Yang engkau merasa sakit hati kepadanya dan perih dadamu sesak karenanya.' Kemudian, orang itu berkata, 'Yaa Rabb, aku tidak peduli dengan kesalahan saudaraku ini, aku tidak peduli dengan sakit hatiku, aku tidak peduli dengan perih didadaku. Yaa Rabb, aku memaafkannya' maka Allah berfirman, 'Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu ini, dan ajak dia ke surga bersamamu'"_

Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah bersabda, _"Bertaqwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah kalian saling berdamai dan memaafkan. Sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi diantara kaum muslimin"_

*Hadits ini diriwayatkan dengan sanad yang shohih. Oleh Imam Al Hakim*

Dalam kehidupan kita, meminta maaf, memaafkan adalah pekerjaan yang maha berat. Meski sudah menyadari kesalahan, namum meminta maaf kepada mereka yang dizalimi dan disakiti bukan perkara mudah. Ada ego, ada dengki yang mencegah setiap orang untuk mengatakan Aku Minta Maaf. Terkadang orang lebih suka melakukan apapun yang lebih sulit daripada meminta maaf. Dan ini merupakan salah satu bentuk kesombongan, yang ia merasa sedemikian mulia, ia merasa sedemikian hebat, ia merasa sedemikian harus dihormati. Sehingga dia malu dan tidak mau meminta maaf, ia juga tidak mau memaafkan.

Sebaliknya, meski kita bisa menahan rasa sakit akibat kezaliman orang lain. Memberi maaf juga bukan perkara yang mudah. Ada semacam rasa sakit yang tergores, yang seakan2 yang tidak bisa lepas dari ingatan dan akan senantiasa membekas. Islam mengajarkan pada kita untuk berlapang dada, menjadi pemaaf. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW, *_"Bahwa manusia adalah tempat salah dan dosa. Memberi maaf kepada orang, atas kesalahan yang mungkin tidak disengajanya adalah keutamaan tersendiri bagi orang2 yang mengaku beriman dan mengaku islam. Walaupun dia telah tersakiti, tergores hatinya dan perih yang tidak pernah bisa disembuhkan."_*

Rasulullah bersabda yang artinya,

_"ada 3 golongan yang aku berani bersumpah untuknya,_
*1. Tidaklah berkurang harta karena shodaqoh.*
*2. Tidaklah akan menambah diri bagi sang pemaaf melainkan dia pasti akan diberikan kemuliaan oleh Allah*
*3. Tidaklah seseorang bertawadhu' , rendah hati melainkan dia akan diangkat derajatnya oleh Allah*

*HR. Imam Tirmidzi*

Marilah, dalam momentum idul fitri yang mubarok ini, kita jadikan terhamparnya lembaran baru dalam kehidupan kita untuk hari2 kedepannya.
Marilah dengan kebersihan hati setelah kita melaksanakan ibadah Ramadhan, kita bangun kehidupan dalam kebersamaan ditengah2 perbedaan guna membangun keharmonisan agar kita bersama2 menjadi masyarakat yang diberkahi oleh Allah SWT

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FUNGSI DITURUNKANNYA AL-QURAN

"Ya Allah, Matikanlah Aku dengan Husnul Khatimah" Materi Kultum Ramadhan 1437 oleh Muhammad Rezha Arifianta