Sabtu, 01 Juni 2019

Rangkuman Hadits Arba'in ke 2 oleh Ust. Faisol Tantowi

Tidak ada komentar:
Rangkuman Ceramah Tarawih
2 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Faisol Tantowi

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ, لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ, حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم, فأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ, وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ, وَ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِسْلاَمِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : اَلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ, وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ, وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ, وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. قَالَ : صَدَقْتُ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْئَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ. قَالَ : صَدَقْتَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ, قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ قَالَ : مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا, قَالَ : أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا, وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِيْ الْبُنْيَانِ, ثم اَنْطَلَقَ, فَلَبِثْتُ مَلِيًّا, ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرُ, أَتَدْرِيْ مَنِ السَّائِل؟ قُلْتُ : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ : فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Umar bin Khaththab RA berkata :
Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata :
“Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah;
menegakkan shalat;
menunaikan zakat;
berpuasa di bulan Ramadhan,
dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.
Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”.
Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah;
malaikatNya;
kitab-kitabNya;
para RasulNya;
hari Akhir,
dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,”
ia berkata, “Engkau benar.”
Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?”
Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”
Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!”
Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya;
jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”
Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?”
Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,”
Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” [HR Muslim, no. 8]

Sedikit Penjabaran tentang hadits tersebut

1.  رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ
Seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih
Maksudnya : pakaian putih merupakan pakaian yang paling utama. Ketika menuntut ilmu dengan mengenakan pakaian putih hukumnya sunnah.

2. شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ
Amat hitam rambutnya
Maksudnya : alangkah baiknya jika orang menuntut ilmu ketika dimasa mudanya. Dimana rambutnya masih hitam dan belum berubah menjadi putih (beruban yang menandakan tua), otaknya masih cemerlang, tenaganya masih kuat. Tetapi sebaik2 orang menuntut ilmu ialah orang yang menuntut ilmu dari buaian ibu hingga liang lahat.

3. أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah
Maksudnya : Semua orang yang mau masuk islam diwajibkan mengikrarkan kesaksian bahwa Allah adalah satu2nya yang berhak disembah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah dengan membaca 2 kalimat syahadat. Bagaimana untuk anak2 yang orangtuanya muslim? Apa mereka harus membaca syahadat lagi ketika baligh? Jumhur Ulama mengatakan bahwa anak yang orangtuanya muslim, maka anak tersebut otomatis juga seorang muslim. Itu sebabnya, meskipun anak kita belum baligh, kita dianjurkan untuk mengajarkan dan membiasakan anak kita utk sholat 5 waktu. Dan didalam sholat itulah, anak kita biasa mengucapkan syahadatain.

4. قَالَ : صَدَقْتُ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْئَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ
lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.
Maksudnya : Dalam menuntut Ilmu, jika ada seseorang yang mengetahui suatu ilmu dan bertanya pada seorang guru untuk menjelaskan ilmu tersebut dengan tujuan agar yang mendengarkan bisa mengetahui ilmu tersebut juga, maka hal ini diperbolehkan. Tetapi jika ada seseorang yang mengetahui suatu ilmu dan bertanya pada seorang guru dengan tujuan untuk mengetes keilmuan guru itu dan untuk mencelanya, maka ini tidak diperbolehkan.

5. أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ
_Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; MalaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya;
hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,”_
Maksudnya : Dalam rukun Iman memang Malaikat disebutkan lebih dahulu daripada Rasul. Hal ini bukan menandakan bahwa Malaikat lebih mulia daripada Rasul. Ini diurutkan sesuai urutan penciptaannya. Rasul dan malaikat adalah makhluk Allah yang mulia. Hanya saja Rasul memiliki tingkat kemuliaan lebih daripada malaikat. Hal ini dikarenakan perjuangan, kesabaran, ketekunan para Rasul dalam menyebarkan islam.

6. أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا
Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya
Maksudnya : tanda2 kiamat salahsatunya ialah banyaknya anak yang durhaka pada orangtuanya. Yang memperlakukan orangtuanya seperti budak.

7. قُلْتُ : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ
Aku(Umar) menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,”
Maksudnya : Para Sahabat mengajarkan pada kita untuk selalu tawadhu' dalam menuntut ilmu.

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Rangkuman Hadits Arba'in ke 23 oleh Ust. Rezha Ariffianta

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
23 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. M. Rezha Ariffianta
Tema : Setiap Kebaikan adalah Shodaqoh (Hadits Arba'in No. 23)

عن أَبِي مَالِكٍ الحَارِثِ بْنِ عَاصِمٍ الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:) الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيْمَانِ، وَالحَمْدُ للهِ تَمْلأُ المِيْزَانَ، وَسُبْحَانَ اللهِ والحَمْدُ للهِ تَمْلآنِ – أَو تَمْلأُ – مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، وَالصَّلاةُ نُورٌ، والصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَو مُوْبِقُهَا (رَوَاهُ مُسْلِمٌ.)

Dari Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bersuci itu sebagian dari iman, ucapan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) itu memenuhi timbangan. Ucapan subhanallah (Mahasuci Allah) dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah), keduanya memenuhi antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti nyata, kesabaran adalah sinar, Al-Qur’an adalah hujjah yang membelamu atau hujjah yang menuntutmu. Setiap manusia berbuat, seakan-akan ia menjual dirinya, ada yang memerdekakan dirinya sendiri, ada juga yang membinasakan dirinya sendiri.’”(HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 223]

Penjabaran ttg hadits tersebut

1. الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيْمَان
‘Bersuci itu sebagian dari iman,

Apa hubungan bersuci dengan iman??
Iman itu membersihkan hati kita dari kotoran2 hati
Sedangkan bersuci itu membersihkan jasad lahiriyah kita dari kotoran dan najis

Suatu ibadah memiliki syarat sah yaitu dengan mensucikan lahiriyah diri. Contoh, Syarat sah sholat adalah mensucikan diri dari hadats dan najis. Untuk mensucikan diri tersebut, haruslah dilakukan dengan cara thoharoh (bersuci). Sedangkan sholat adalah bagian dari keimanan. Inilah hubungan anyara bersuci dan keimanan.

2. وَالحَمْدُ للهِ تَمْلأُ المِيْزَانَ،
ucapan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) itu memenuhi timbangan.

Meskipun terlihat ringan, tetapi ucapan hamdalah ini bisa memberatkan timbangan kebaikan kita di akhirat kelak.

3. وَسُبْحَانَ اللهِ والحَمْدُ للهِ تَمْلآنِ – أَو تَمْلأُ – مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْض

Ucapan subhanallah (Mahasuci Allah) dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah), keduanya memenuhi antara langit dan bumi.

Ucapan tasbih dan tahmid tidak hanya memenuhi antara langit dan bumi, tetapi dengan ucapan ini Allah akan meringankan beban kita. Allah akan mudahkan jalan kita. Allah akan bantu kita menemukan solusi untuk setiap masalah kita. Insyaallah


4. وَالصَّلاةُ نُورٌ
Shalat adalah cahaya

Allah SWT berfirman:

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ يَسْعٰى نُوْرُهُمْ  بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ بُشْرٰٮكُمُ الْيَوْمَ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا  الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ  ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

"Pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikian itulah kemenangan yang agung."
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 12)

Di akhirat kelak, akan ada orang2 yang berlimpahkan cahaya di seluruh tubuhnya sebagai tanda bahwa orang tersebut adalah orang2 yang semasa hidupnya tidak pernah meninggalkan sholat.

Untuk itu, jangan sampai kita meninggalkan sholat. Karena berapa banyak manusia yang ingin dihidupkan kembali hanya utk melaksanakan sholat.

Sholat juga disebut sebagai pintu ilmu. Sehingga, barang siapa yang istiqomah melaksanakan sholat, insyaallah akan dibukakan pintu2 ilmu untuk dirinya.

5. والصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ
sedekah adalah bukti nyata,

Shodaqoh adalah pembuktian dari keimanan kita.

Allah SWT berfirman:

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِ
"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?"
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ
"Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,"
وَ لَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ
"dan tidak mendorong memberi makan orang miskin."
(QS. Al Ma'un ayat : 1-3)

Pada surat diatas menjelaskan ciri2 orang yang mendustakan agama, salah satunya adalah tidak memberi makan orang miskin (tidak bersedekah). Hal ini menjadi bukti bahwa orang yg tidak mau bersedekah padahal dia mampu bisa dikatakan sebagai pendusta agama, dan orang yang mau bersedekah sebagai orang yang membuktikan keimanan mereka.

6. وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ،
kesabaran adalah sinar

Apa beda sinar dan cahaya. Jika sinar itu biasanya diiringi dengan panas. Seperti sinar matahari. Dan untuk mendapatkan sinar ini, kita harus bisa menahan "panas" yang mengiringinya.

Sabar dibagi menjadi 3 :

1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah

2. Sabar dalam menghadapi maksiat

3. Sabar dalam menghadapi takdir

7. وَالقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
, Al-Qur’an adalah hujjah yang membelamu atau hujjah yang menuntutmu

Al Qur'an bisa menjadi pembela / penolong bagi orang2 yang membacanya.

اِنَّ اﷲَ يَرفَعُ بِهَذِالكِتَابِ اَقْوَامًا وَيَضَعُ بِه اٰخَرِيْنَ

Sesungguhnya Allah mengangkat derajat kaum2 dengan Al Qur'an dan menjatuhkan kaum2 yang lain juga dengan Al Qur'an)

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Rangkuman Hadits Arba'in ke 22 oleh Ust. Made Mansyur

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
22 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Made Mansyur
Tema : Jalan ke Surga (Hadits Arba'in No. 22)

عن ابي عَبْدِ اللهِ جَابِرِ بنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “أَرَأَيْتَ إِذا صَلَّيْتُ المَكْتُوبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الحَلاَلَ، وَحَرَّمْتُ الحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلى ذَلِكَ شَيئاً أَدْخُلُ الجَنَّةَ؟ قَالَ: نَعَمْ” (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Dari Abu ‘Abdillah Jarir bin ‘Abdillah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Bagaimana pendapat Anda (kabarkan padaku), apabila aku mengerjakan shalat-shalat fardhu, puasa di bulan Ramadhan, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambahnya sedikit pun dari itu, apakah aku akan masuk surga?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.”(HR. Muslim). [HR. Muslim, no. 15]

Sedikit Penjabaran tentang Hadits tersebut

1. أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Rasulullah adalah manusia yang menjadi teladan yang baik. Rasulullah adalah tempat para kaum muslimin bertanya terhadap masalah mereka. Tidak ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Rasul. Tidak ada masalah yang tidak bisa Rasul berikan solusinya. Semua masalah dan pertanyaan bisa diselesaikan oleh Rasul. Sehingga pada saat itu sudah menjadi hal biasa untuk datang menemui Rasul untuk menyelesaikan masalah.

2.  إِذا صَلَّيْتُ المَكْتُوبَاتِ
apabila aku mengerjakan shalat-shalat fardhu,

Shalat fardhu yang dikerjakan dengan sebenar2nya sesuai dengan syariat. Dari segi syarat wajib, syarat sah, rukun, sunnah, dan segala yang membatalkan sholat harus diikuti dan dilaksanakan dengan sebenar2nya.

3. وَصُمْتُ رَمَضَانَ
puasa di bulan Ramadhan

Puasa dengan sebenar2nya puasa. Tidak asal2an. Mengikuti peraturan yang ada

4. وَأَحْلَلْتُ الحَلاَلَ، وَحَرَّمْتُ الحَرَام
menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram

Inilah yang paling berat dilakukan. Karena terkadang kita terlena pada sesuatu yang haram dan meninggalkan yang halal. Inilah yang menjadi tanda pantaskah kita masuk ke SurgaNya. Karena banyak sekali orang yang terjerumus kedalam kemaksiatan karena menyepelekan perkara ini. Namun jika kita bisa menjaga diri dengan baik terhadap perkara ini, maka Insyaallah Allah akan selalu menjaga hati dan langkah kita didalam jalan yang lurus.

دَرْءُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَىٰ جَلْبِ الْمَصَالِحِ

“Menolak mudharat (bahaya) lebih didahulukan dari mengambil manfaat”

Menjauhi yang haram (mudharat) jauh lebih didahulukan daripada mengambil manfaat (mengerjakan amal sholeh). Karena jika kita bisa mencegah diri kita dari kemudharatan, maka insyaallah kita pun bisa dengan mudah mengambil manfaat (mengerjakan amal sholeh)

5. أَدْخُلُ الجَنَّةَ؟ قَالَ: نَعَمْ
apakah aku akan masuk surga?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.”

Laki2 tersebut bertanya, apakah dengan melaksanakan hal2 yang disebutkan pada hadits diatas seseorang sudah bisa masuk surga?. Rasul pun menjawab "Bisa"

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Rangkuman Hadits Arba'in ke 21 oleh Ust. Imam Nawawi

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
21 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Imam Nawawi
Tema : Istiqomah dan Iman (Hadits Arba'in No. 21)

Dari Abu ‘Amr—ada yang menyebut pula Abu ‘Amrah—Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku berkata: Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 38]

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa Abu Sufyan bin Abdillah meminta agar Rasul memberikan wasiat kepadanya dimana wasiat tersebut tidak perlu ditanyakan kepada seorangpun selain Rasul.
Lalu Rasul menjawab "Berimanlah kepada Allah kemudian Istiqomahlah (konsisten) diatas tali agama Allah sampai akhir hayat.

istiqomah artinya terus menerus (konsisten) berada di jalur yang lurus, berusaha tetap berada di jalur itu hingga akhir hayat. Berusaha utk selalu menjalankan ketaatan dan meninggalkan hal2 yang dilarang.

Setiap orang seharusnya tetap beristiqomah dalam keimanan. Selalu berusaha sebaik mungkin dan konsisten dalam mengerjakan yang baik2 dan menjauhi laranganNya. Istiqomah bukan berarti seseorang tidak pernah melakukan kesalahan atau dosa. Tetapi, seharusnya jika dia tergelincir dalam perbuatan dosa, dia bertaubat dan kembali beristiqomah ditali agama Allah. Itulah sebabnya, Allah menggandeng perintah istiqomah dengan perintah istighfar.

Allah SWT berfirman:

..... فَاسْتَقِيْمُوْۤا اِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ  ....

"... karena itu tetaplah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya...."
(QS. Fussilat 41: Ayat 6)

Ibnu Rajab mengatakan, Ayat ini menjelaskan bahwa dalam upaya beristiqomah, selalu ada kekurangan yang kekurangan itu ditutupi dengan beristighfar memohon ampun kepada Allah lalu bangkit kembali untuk beristiqomah.

Dalam beristiqomah hendaknya kita :

1. Selalu berdoa kepada Allah agar dijagakan hati kita dalam kebaikan

2. Senantiasa berusaha utk menjaga lisan dan hati kita

3. Senantiasa belajar mengkaji agama kepada guru2 kita

4. Sering berkumpul bersama orang2 sholeh

5. Banyak beramal sholeh

6. Bersabar karena Allah dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan dunia

Istiqomah bukan berarti tidak boleh lelah. Karena dengan lelah kita bisa mengerti "Aku Harus Kuat". Jika kau lelah, istirahatlah sejenak, lalu bangkit lagi. Tetapi jangan berhenti dan menyerah.

الاستيقمۃ خير من الف كرامۃ

Istiqomah itu lebih baik daripada seribu kemuliaan

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏
 
back to top