Jumat, 31 Mei 2019

Rangkuman Hadits Arba'in ke 7 oleh K.H.Taufiqurrahman

Tidak ada komentar:
MASJID AGUNG IBNU BATUTAH
Rangkuman Ceramah Tarawih
7 Ramadan 1440 H
Oleh : KH. Taufiqurrahman
Tema : Agama adalah Nasihat (Hadits Arba'in no.7)

عن أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْمٍ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِي رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 55]

Sedikit Penjabaran tentang Hadits tersebut

1. الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ
Agama adalah nasihat
Maksudnya : Agama yang dimaksud adalah agama islam. Karena hanya agama islam lah yang diterima disisi Allah.
Allah SWT berfirman:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ  وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۗ  وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
(QS. Ali 'Imran : Ayat 19)

Lalu nasihat yang dimaksud adalah segala aturan dalam beragama.

2. للهِ
Bagi Allah
Maksudnya : dalam hadits ini, ketika para sahabat bertanya bagi siapa nasihat itu? Rasul menjawab "bagi Allah". "bagi Allah" disini bukan berarti Allah diberi nasihat. Makna للهِ ialah dalam konsep keimanan. Dimana nasihat yang dimaksud adalah aturan. Maka, aturan bagi Allah yang dimaksud hadits ini adalah aturan dalam konsep keimanan, yaitu meniadakan kesyirikan. Dan aturan ini diperuntukkan kepada makhluk Allah agar menaatinya.

3. وَلِكِتَابِهِ
bagi KitabNya
Maksudnya : Kitab yang dimaksud adalah kitab Al Qur'an. Dimana kitab Al Qur'an memiliki aturan2 khusus dari memegang sampai memahami kandungan Al Qur'an. Dalam memegang Al Qur'an, kita harus suci dari hadats kecil dan besar. Memegang dengan tangan kanan atau kedua tangan dan didekapkan di dada. Tidak boleh sembarangan dalam memegang Al Qur'an. Al Qur'an adalah Agung, sehingga kita pun harus memperlakukan Al Qur'an dengan cara yang sesuai, baik, dan benar. Jika, kita masih ada kekeliruan dalam "memperlakukan" Al Qur'an, marilah mulai sekarang kita bersama2 memperbaiki adab kita terhadap Al Qur'an.

Dari segi membaca, Al Qur'an pun memiliki aturan khusus. Bahkan untuk membaca Al Qur'an ada ilmu khusus yang digunakan untuk mempelajari cara membacanya. Ilmu Tajwid namanya. Didalam ilmu tajwid itu terdapat cabang ilmu inti dalam membaca Al Qur'an: Shifatul Huruf, Makhorijul huruf, ahkamul huruf, mad wal qosr

Dalam menulis ayat2 Al Qur'an pun tidak boleh sembarangan. Bahkan penulisan Al Qur'an sendiri sudah dipakemkan dan tidak boleh ada yang merubahnya, dan memang tidak akan ada satu makhluk pun yang akan bisa merubahnya. Bahkan menyerupai saja tidak bisa.

Allah SWT berfirman:

وَاِنْ کُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ  مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ  ۖ  وَادْعُوْا  شُهَدَآءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang-orang yang benar.
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 23)

فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوْا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ  ۖ  اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ

Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 24)

4. وَلِرَسُوْلِهِ
bagi RasulNya
Maksudnya : untuk bersaksi, mempercayai, meyakini segala apapun yang dibawa oleh Rasul, baik itu kabar gembira maupun peringatan. Tidak hanya mempercayai dam meyakini, tetapi juga mentaati terhadap perintah2 Rasul dan menjauhi larangannya.

5. وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ
bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.
Maksudnya: aturan untuk pemimpin2 kaum muslimin serta umat islam umumnya ialah segala aturan yang harus ditaati serta larangan yang harus dihindari dalam beragama serta bersosial dengan makhluk hidup lainnya.

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top