Jumat, 31 Mei 2019

Rangkuman Hadits Arba'in ke 10 Oleh Ust. Hasan Sadzali, S.Tp, MA

Tidak ada komentar:
Rangkuman Ceramah Tarawih
10 Ramadan 1440 H
Oleh : Ust. Hasan Sadzali, S.Tp., MA
Tema : Tidak diterima kecuali yang Baik (Hadits Arba'in no.10)

عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا} وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الذِّيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌوَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَه(ُ.رَوَاهُ مُسْلِمٌ.)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.’ (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (QS. Al-Baqarah: 172). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 1015]

Sedikit Penjelasan tentang Hadits tersebut

1. إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ
Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib)
Maksudnya : Allah menyukai yang baik2, baik yang dzohir (jelas) atau batin. Ada juga yang mengatakan bahwa arti dari penggalan hadits tersebut maksudnya bahwa Allah menyukai keindahan baik yang dzohir (jelas) atau batin. Jumhur Ulama' mengatakan bahwa طَيِّبٌ maksudnya adalah segala sesuatu yang halal.

2. لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً
tidak menerima kecuali yang baik (thayyib).
Maksudnya : Allah hanya menerima amal hambanya yg mengerjakan sesuatu yang halal dengan cara yang halal dan memperoleh sesuatu juga dengan jalan yang halal. Begitupun dengan doa. Apabila ada sesuatu yang haram dalam diri seorang hamba, dan hamba tersebut berdoa, maka Allah tidak mengabulkan doa hamba tersebut sampai dia bertaubat, membersihkan dirinya dari perkara yang haram.

Beberapa ciri sesuatu itu adalah haram

A. Zatnya
Sesuatu yang sudah jelas diharamkan dalam nash.
Allah SWT berfirman:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَاۤ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَاۤ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ ۗ  وَمَا ذُ بِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِ  ۗ  ذٰ لِكُمْ فِسْقٌ  ۗ  ............

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah) (karena) itu suatu perbuatan fasik. ..........
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 3)

Begitu pula sesuatu yang sudah ditetapkan dalam hasil ijtima' ulama.

B. Cara mendapatkannya
Meskipun zatnya halal, tetapi jika cara mendapatkannya melalui jalan yg haram, maka sesuatu itu bisa menjadi haram.
Contoh :
Ayam goreng itu halal. Tetapi jika kita mendapatkan makanan itu dengan mencuri, maka makanan itu bisa menjadi haram

Adapun dengan barang temuan (rikaz). Barang temuan bisa dihukumi halal apabila sudah memenuhi 3 syarat :
1. Sudah diumumkan
2. Sudah diumumkan dan sudah mencapai haul (disimpan 1 tahun) tetapi masih belum ada yg mengakui kepemilikan barang tersebut
3. Dibayarkan zakatnya. Zakat rikaz adalah 20 %.

C. Profesi
Suatu profesi bisa menjadi sebab sesuatu yang diperoleh menjadi haram.

3. الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌوَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَه
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.”
Maksudnya : Seperti penjabaran no. 2 diatas, bahwa Allah tidak mengabul doa orang yang ada sesuatu yang haram dalam dirinya. Sampai dia membersihkan diri dari sesuatu yang haram itu dan bertaubat. Dalam hadits ini, sudah diberikan contohnya.

Allah mencintai sesuatu yang baik, indah, dan tertib. Untuk itu, sebagai hambaNya harusnya kita juga menjadi orang yang baik dan mencintai kebaikan, orang yang indah serta menjaga keindahan dan mencintainya, orang yang tertib dan menjaga ketertiban. Jika dalam diri kita ada sesuatu yang haram, maka bersihkanlah, bertaubatlah dengan taubat yang sungguh2. Karena Allah Maha Pemaaf, Maha Penerima Taubat, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kekurangannya mohon dimaafkan 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top