Kamis, 31 Maret 2016

Anggap Islam Ilmiah, Pemuda ini Mantap Bersyahadat di Masjid Ibnu Batutah

Tidak ada komentar:
Namanya adalah Jumadi, hari ini (31/03/16) pemuda asal Banyuwangi Jawa Timur ini mantap mengikrarkan syahadat di depan para jamaah sholat maghrib, dipandu oleh ustad Drs. H.Sholeh Wahid
di masjid Agung Ibnu Batutah Nusa Dua Bali. 
Jumadi mengaku telah lama ingin menjadi seorang muslim namun ia belum mengetahui bagaimana caranya, sampai ia dipertemukan dengan salah seorang temannya dan kemudian dibawalah ia ke masjid yang berada diantara lima tempat ibadah ini.
Jumadi banyak mempelajari agama agama lain selain islam, dari membaca sampai menonton video di youtube, Dr. Zakir Naik salah satu idolanya, ia begitu terkesima dengan pendakwah tersebut, baginya islam adalah agama yang ilmiah, yang masuk akal, dan mudah untuk dicerna dalam kehidupan. hal itulah yang membuat ia terbesit untuk memeluk islam, bahkan keluarganya pun mendukung, bagi keluarganya yang penting ia bisa menjadi orang baik, maka orang tua hanya bisa merestui dan mendukungnya.

Untuk menambah kemantapan hati jumadi, ustad Sholeh wahid memberikan pesan kepada Jumadi, bahwasanya menjadi islam itu ada tiga syarat, yang pertama ia harus benar benar mengubah keyakinannya, bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, karna selain dari Allah itu ialah makhluk, tidak boleh baginya menggantungkan hidup selain kepada Allah, menggantungkan rezeki selain daripada Allah, karena Allah lah satu satunya tempat bergantung.
Yang kedua mengikrarkan dua kalimat syahadat, menjalankan sholat lima waktu, karna dengan sholat itu ia merasa butuh dengan Allah, ia meminta, ia berdo'a, sholatlah yang ditunggunya setiap hari, untuk menyelamatkan diri di dunia dan akhirat, kemudian menunaikan zakat, jangan sampai dari kita itu memakan harta yang masih ada kotorannya, maka untuk membersihkan itu dikeluarkanlah zakat dua setengah persen, kemudian pada bulan Ramadhan ia diwajibkan untuk berpuasa, dan jikalau telah mampu maka diwajibkanlah ia untuk berhaji.
Syarat yang ketiga adalah percaya atau mengimani adanya Allah, adanya malaikat malaikat Allah, adanya Rasul Rasul Allah, adanya kitab kitab Allah, dan mengimani adanya takdir baik dan takdir buruk atau qada' dan qadar.
selain dari itu semua orang islam wajib untuk terus belajar, dari kecil hingga menjelang ajal pun ia masih terus dituntun untuk belajar.
Ustad sholeh juga menganjurkan Jumadi untuk mendatangi majelis majelis ilmu, sering berkunjung ke musholla atau masjid terdekat, meminta untuk di bimbing, agar semakin sempurna keislamannya.

Dari Lembaga Amil Zakat Masjid Agung Ibnu Batutah juga memberikan bingkisan berupa peralatan ibadah kepada Jumadi, itu semua sebagai tanda bahwasanya sekarang ia adalah saudara seiman, juga sebagai penyemangat untuknya memulai kehidupan sebagai seorang muslim. (Awy)





Selasa, 29 Maret 2016

BERI ARAHAN "ANAK-ANAK" SAAT DI MASJID

Tidak ada komentar:
Ketika Kita Memarahi Anak-anak yang "Bikin Ribut" di Masjid
Tanpa sadar, kita seringkali menjadikan masjid sebagai tempat yang sangat tidak nyaman bagi anak-anak.
Saat mereka datang dan bermain-main di sana, kita marahi, kita bentak-bentak, bahkan kita usir, dengan alasan bikin ribut dan mengganggu orang shalat.
Untungnya, anak-anak masih suka datang ke masjid karena mereka senang bermain-main di sana bersama teman-temannya.
Lantas saat anak-anak tersebut beranjak remaja, masjid bagi mereka tidak lagi terlihat menarik. Mereka kini lebih suka nongkrong di mal, di tempat-tempat dugem, tak pernah lagi mau mampir ke masjid.
Kita yang menjadi pengurus dan jamaah masjid pun semakin tua. Usia kita sudah di atas lima puluh tahun. Tak ada lagi kaum muda yang mau mampir ke masjid.
Kita hendak mengajak anak muda untuk ikut mengelola masjid, namun susahnya bukan main.
Kita gelisah, khawatir jika tak ada REGENERASI. Bagaimana jika kita semua telah tiada? Siapa yang akan menggantikan posisi kita?
Para remaja dan orang-orang setengah baya tidak tertarik untuk datang ke masjid. Sementara anak-anak kecil yang masih mau datang ke masjid, justru kita marahi, kita bentak-bentak, bahkan kita usir, hingga akhirnya mereka tidak berani lagi datang ke masjid.
Padahal, anak-anak tersebut adalah generasi penerus kita. Mereka memang nakal, suka bikin ribut di masjid, bermain-main dan bersorak-sorak ketika orang dewasa sedang khusuk shalat beribadah menghadapNya.
Kita merasa terganggu, merasa tak bisa khusuk beribadah gara-gara mereka. Kita jengkel terhadap anak-anak yang tak bisa diatur.
KITA LUPA bahwa semua anak memang begitu. Semua anak memang senang bermain-main, bikin ribut, bikin heboh. Namanya juga anak-anak.
KITA LUPA bahwa kita pun pernah jadi anak-anak. Mungkin dulu kita jauh lebih nakal dibanding mereka.
KITA LUPA bahwa anak-anak tersebut adalah generasi penerus kita.
KITA LUPA bahwa di balik keributan dan kehebohan yang dibuat oleh anak-anak tersebut, yang membuat kekhusukan shalat kita terganggu, TERSIMPAN banyak pengalaman berharga. Itu adalah pengalaman serta latihan untuk mengenal, akrab, suka, lantas cinta kepada masjid.
KITA LUPA bahwa rasa cinta terhadap masjid harus dilatih dan dibiasakan sejak dini.
KITA LUPA bahwa untuk mencintai masjid itu butuh PROSES. Dan proses terbaik itu idealnya diawali sejak usia dini, sejak seseorang masih kanak-kanak.
KITA LUPA, bahwa siapa tahu di masa mendatang justru kanak-kanak tersebutlah yang menggantikan kita. Siapa tahu, setelah remaja atau dewasa, mereka tampil sebagai umat yang sangat mencintai masjid. Mereka berdakwah, berjuang untuk memakmurkan masjid, berjuang untuk menegakkan nilai-nilai Islam, yang dimulai dari dalam masjid.
Namun sayangnya, kita tanpa sadar telah membunuh PROSES menuju rasa cinta tersebut. Tanpa sadar, kita SEJAK DINI menghancurkan semangat perjuangan dakwah tersebut dari para generasi muda tersebut.
Jika ditanya siapa yang bertanggungjawab atas sepinya masjid-masjid, maka jawabannya adalah KITA para pengurus dan jamaah masjid yang sibuk memarahi, membentak dan mengusir anak-anak yang bikin ribut di dalam masjid.
Jawabannya adalah KITA, para orang tua yang hanya sibuk menyuruh anak-anak kita shalat di masjid. Sedangkan kita justru asyik nonton sinetron dan lalai beribadah wajib.
Anak-anak kita butuh keteladanan. Bagaimana mungkin mereka mau mencintai masjid, jika kita sendiri tak pernah mau shalat di masjid. Bahkan shalat di rumah pun kita tidak pernah mau.
Kita lupa, bahwa anak-anak yang bikin ribut di masjid itu umumnya adalah mereka yang datang sendiri ke masjid, atau bersama teman-temannya, tanpa didampingi oleh orang tua masing-masing.
Jika didampingi oleh orang tuanya, anak-anak biasanya lebih gampang diatur, dan bisa tertib dalam beribadah (kecuali yang usianya masih balita).
Para jamaah serta pengurus masjid pun tak akan berani memarahi anak-anak yang didamping oleh orang tuanya.
Ya,
Kita merasa terganggu oleh kehadiran anak-anak di dalam masjid. Kita lupa bahwa anak-anak yang bikin ribut di dalam masjid itu jauh lebih baik ketimbang anak-anak yang duduk dengan manis, fokus bermain game, berpesta pora, menonton film porno dan sebagainya di tempat lain.
Jika anak-anak tersebut masih bikin ribut di masjid, adalah tugas kita untuk menertibkannya dengan cara baik-baik dan lembut, penuh kasih sayang. Adalah tugas kita untuk ikut shalat berjamaah di masjid, sambil menjaga anak-anak kita agar mereka tidak sampai bikin ribut di sana.
Mari renungkan bersama-sama.

Disalin dari akun facebook  Muhammad Thalib

Senin, 28 Maret 2016

TPQ dan MADIN Ibnu Batutah Sabet 5 Piala MTQ XXVI Tingkat Kabupaten

3 komentar:
Minggu (27/03/16) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) bekerja sama dengan Kementerian

Agama Kabupaten Badung menggelar acara Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXVI tingkat kabupaten yang bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama kabupaten Badung Bali, acara tersebut diikuti oleh sejumlah TPQ, MADIN, SD, SMP, SMA dan Masyarakat umum sekabupaten Badung, dalam hal ini panitia mengadakan beberapa katagori lomba , seperti Fahmil Qur'an, Tilawatil Qur'an, Syarhil Qur'an, Tartil Qur'an, Qhottil Qur'an dan Tahfidz Qur'an.

Mengulang prestasi dua tahun yang lalu dalam MTQ XXV tingkat Kabupaten yang berhasil meraih empat piala, kini TPQ dan MADIN Ibnu Batutah kembali mengukir prestasi dengan meraiht lima piala sekaligus, diantaranya, Juara 1 Fahmil Qur'an, Juara 1 Syarhil Qur'an, Juara 2 Qhottil Qur'an, Juara 3 Tahfidz Qur'an dan Juara 3 Tilawatil Qur'an.

Sebuah keberhasilan bagi para guru TPQ dan MADIN Ibnu Batutah dalam mengajarkan ilmu agama, mereka terus bekerja keras untuk mengajarkan  para santrinya agar menjadi generasi yang berakhlak dan berjiwa Qur'ani. (Awy)









Jumat, 25 Maret 2016

Seminar 7 Keajaiban Rezeki, Percepatan Rezeki dalam 40 Hari "IPPHO SANTOSA"

Tidak ada komentar:
Seminar 7 Keajaiban Rezeki yang diadakan atas kerjasama Bali Moeslimah Community dengan Remaja Masjid Ibnu Batutah (IRMAIBA) dan LAZMAIBA pada Jum'at 26 Februari 2016 kemarin.

Beberapa Point yang telah dirangkum oleh salah satu peserta seminar Rohman Hariadi.

Belajar itu harus seperti anak kecil.
sambil bergerak dan responsif.
((Acceleration In Action))
asah otak kanan
ga harus urut
fleksibel
imajinatif
inovatif
intuitif
lateral
banyak hal memakai biaya.
kalau gratis, ya dimaklumi.
kalau berbayar, ya dipahami.
sekolah aja berbayar.
impian besar target besar, semuanya butuh uang.
dan sebaikbaik harta dikendalikan oleh orang yang beriman (percaya padaNya).
harta itu netral.
jabatan juga netral.
akan berubah nilai karena cara menggunakannya.
menjaga harta dan jabatan dengan cara menjaga jiwa.
sebenarnya bukan orang lain yang menghalangi keinginan kita.
namun rasa dengki kepada orang lain lah yang menghalangi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.
seharusnya kita saling support dengan mensinergikan rasa mereka ke kita.
ikutlah senang dengan kebahagiaan mereka.
siapapun yang mendapatkan nikmat, rasakan juga nikmatnya.
dengki itu merusak pankreas dan hati, organorgan menua.
rugi semuanya. jadi ngapain dengki?
sama anjing sekalipun tidak boleh membenci.
hindari najisnya, bukan membenci anjingnya.
((Vision Alignment))
sepasang bidadari
1. Orangtua dan Mertua
2. Istri
bagaimana peran keluarga terhadap kesuksesan dan kekayaan mereka?
pastikan selaras.
beda pendapatan saja wajar, apalagi beda pendapat.
jadi beda itu wajar.
selaraskan.
sehebat apapun gelar atau jabatan kita, kalau orangtua dan istri tidak merestui, ga akan jadi sukses.
impian harus selaras dengan pasangan dan juga orangtua.
jadi sampaikan impianimpian kita kepada mereka.
pastikan menyisihkan waktu bersama keluarga.
keluarga itu kehidupan.
bisnis itu bertahan hidup.
bagi Chairul Tanjung,
Ibu adalah harta terbesarnya.
bakti kepada orangtua merupakan bakti yang tertinggi dan mengundang rejeki.
durhaka, mengundang petaka, rejekinya membatu.
dimanamana 90% polanya sama.
ajak mereka jalanjalan, belikan pakaian dll.
((Sacrifice Spirit))
sedekah itu menyehatkan, mengayakan mengubah.
saat memberi, terhimpunlah energi yang positif dan terbuanglah energi negatif.
namanya menanam pasti berbuah
menanam keburukan, buahnya keburukan.
menanam kebaikan, buahnya kebaikan.
belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.
pancinglah rezeki dengan sedekah.
ga sedekah karena belum cukup?
ga buat usaha karena belum ada modal?
ga nikah karena belum mapan?
dibalik caranya:
belum cukup, maka sedekahlah.
setelah sedekah, pasti dicukupkan.
belum ada modal, buatlah usaha.
setelah buat usaha, ciptakan modal.
belum mapan, menikahlah.
setelah menikah, akan dimapankan.
salah satu mental orang kaya adalah menggunakan kata "dan" bukan "atau".
mau pilih bisnis atau keluarga?
jangan pilih!!
mending bisnis dan keluarga.
terimakasih.
semoga bermanfaat.
salam sukses untuk semuanya.

Nusa Dua, 26 Februari 2016

Di Tulis oleh Oman Rohman Hariyadi



Kamis, 24 Maret 2016

Syahadat, Pemuda Asal Toraja inipun Mantap Peluk Islam

Tidak ada komentar:
Namanya adalah Cosmas B.Andiallo, pemuda asal toraja Sulawesi, hari ini (17/02/16) dengan fasih dan mantap melafalkan syahadat di masjid Agung Ibnu Batutah, di pandu langsung oleh ketua yayasan bidang ibadah Ustad Drs.H.Sholeh Wahid, dengan disaksikan langsung oleh jamaah masjid.
Sebelum melafalkan syahadat, Ustad Sholeh Wahid memastikan kepada Cosmas, bahwa keinginan masuk islam datang dari hati nurani, bukan dari tekanan dan paksaan orang lain, karna akan dianggap tidak sah keislamannya jika dengan keadaan demikian.
Cosmas juga diharapkan untuk terus belajar, dengan guru yang jelas, bukan hanya dari web web yang masih belum jelas referensinya.
Menjalankan sholat, berpuasa ramadhan, menyisihkan sebagian rizki untuk zakat, dan berhaji jikalau telah mampu.
Cosmas juga mendapatkan bingkusan berupa peralatan ibadah dari Lazmaiba , sebagai tanda telah masuk islam dan dijadikanlah ia saudara bagi kaum muslim semuanya. (Awy)

LEONARDUS, WARGA BELGIA YANG JATUH CINTA DENGAN ISLAM

Tidak ada komentar:
Namanya adalah Van broeckhoven Leonardus, biasa dipanggil Leo, warga belgia yang mengikrarkan dua kalimat syahadat dimasjid Agung Ibnu Batutah rabu (23/3/16) kemarin.
Leo yang kini tinggal di nusadua Bali ini mengaku telah mempelajari islam dari sembilan bulan yang lalu, bermodalkan Al Qur'an terjemah bahasa belgia yang terus ia pelajari dan ia bawa kemanapun ia pergi.
Dipandu oleh ustad Drs. Sholeh Wahid, leo benar benar mantap untuk memeluk islam, ia mengaku bangga bisa menjadi seorang muslim, bukan dengan paksaan dan tekanan, melainkan dari kemauannya sendiri.
Keputusannya memeluk islam tak lepas dari pertentangan keluarganya, mereka begitu marah dengan keputusan leo, namun leo tetap dalam pendiriannya tersebut.
"Bagi saya islam adalah solusi, ketika saya dalam masalah, teman teman muslim saya yang banyak membantu, mereka membantu dengan tulus, tanpa pamrih, dan itulah yang membuat saya menyukai islam" kata leo.
Dan ketika ia ditanya tentang teror dinegaranya beberapa waktu yang lalu, iapun menjawab,
"Saya tidak percaya kalau islam itu teroris, yang membunuh orang orang non islam semaunya sendiri, karna yang saya tahu islam itu damai, menghormati agama lain."
"Di Belgia islam minoritas, tapi saya beruntung bisa dipertemukan dengan orang islam yang baik, bukan yang radikal."
"Saya yakin pemahaman para teroris itu keliru, itu bukan dari islam, islam itu adalah antara saya dan Allah yang berhubungan dengan ikhlas, dan manusia yang lain, saya tidak suka para teroris itu, justru malah memperburuk citra islam" pungkas leo.
Dengan kemantapan hatinya tersebut leopun mengubah namanya menjadi Muhammad Sholeh, dengan penuh semangat ia meminta untuk diajarkan cara sholat, bahkan ia membeli buku panduan sholat untuk anak anak,
Dipandu salah satu jamaah masjid, ia pun dengan antusias mengikuti pelajaran yang disampaikan, mulai dari bersuci hingga gerakan sholat dan manfaatnya.
Untuk menyempurnakan keislamannya, ia berniat untuk berkhitan, dan berjanji akan terus belajar agar ia benar benar menjadi seorang muslim yang sejati. (Awy)

Jumat, 04 Maret 2016

Bunda Mengaji

Tidak ada komentar:
Bunda Mengaji

Progam Bunda mengaji adalah progam yg dicanangkan oleh Muslimah Masjid Agung Ibnu Batutah, yang didukung oleh Lazmaiba Nusadua, Progam ini bertujuan untuk memfasihkan bacaan Qur'an yang sesuai dengan tajwidnya, diajar langsung oleh imam masjid Agung Ibnu Batutah ustad Mufid Ibnu Mathor yang juga sebagai pengajar TPQ, Madin dan remaja masjid (Irmaiba).
Progam ini dilaksanakan setiap hari selasa dan rabu pukul 10:00 wita di ruang mihrab Qur'an lantai pertama.

Bagi bunda bunda sekalian, monggo merapat..


 
back to top