Sabtu, 31 Desember 2016

Awali Progam Tahun 2017, Yasmaiba siap datangkan Da'i Kondang K.H. Anwar Zahid dari Bojonegoro

Tidak ada komentar:

Mengawali progam tahun 2017, kali ini Yayasan Masjid Agung Ibnu Batutah tengah siap menggelar Tabligh Akbar yang diberi tema "Semangat Kebersamaan" dengan mendatangkan da'i kondang dari Bojonegoro Jawa Timur K.H.Anwar Zahid.

Acara ini akan di gelar pada hari selasa tanggal 10 Januari 2017, di Lantai dasar Masjid Agung Ibnu Batutah,.

Tujuan dari digelarnya acara ini adalah untuk memupuk kembali semangat kebersamaan antar umat islam, juga sebagai penyemangat untuk kembali memakmurkan masjid dan Musholla. Hal ini disampaikan oleh ketua bidang ibadah Yasmaiba Drs.H.Sholeh Wahid dalam rapat kepanitiaan pada  Jum'at 30 Desember kemarin.

Seperti tema yang diangkat tentang kebersamaan, Acara ini menggandeng beberapa Masjid dan Musholla dalam kepanitiannya, diantaranya Masjid Al Fattah Jimbaran, Musholla Jabal Nur Kampial, Musholla Al Furqon Jalan Pratama, Musholla Al Hidayah Ungasan, dan Yayasan Rukun Kifayah Al Muqorrobin denpasar,

Diharapkan dengan digelarnya acara ini, akan menjadi penyemangat tersendiri untuk terus menjalankan progam progam masjid kedepannya.

Barakallah..

Minggu, 04 Desember 2016

Penyuluhan Penyalahgunaan Narkoba, BKMM gelar seminar di Masjid Agung Ibnu Batutah

Tidak ada komentar:

Nusa Dua. Ahad (4/12/16), Badan Koordinasi Majelis Ta'lim Masjid dan Musholla (BKMM) Provinsi bali mengadakan seminar tentang penyuluhan penyalahgunaan narkoba di lantai dua Masjid Agung Ibnu Batutah Nusa Dua, Bali.

Acara ini digelar untuk mengenalkan kepada umat tentang bahaya narkoba dan bagaimana penanggulangannya, seperti yang dikatakan oleh ketua BKMM Hj Any Aniah ketika ditemui di akhir acara.

"Acara ini bertujuan untuk mengenalkan kepada umat tentang bahaya narkoba, bagaimana penanggulangannya, bagaimana ciri ciri orang yang sudah memakainya."

"Pertama tama kita pahamkan kepada keluarga terdekat, apakah ada diantara mereka yang menggunakan narkoba atau tidak, dengan  begitu mereka akan dengan mudah mengenali ciri cirinya, untuk selanjutnya baru ke masyarakat, jika ada yang memakai, maka mereka bisa melaporkan ke Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang telah tersedia di beberapa wilayah di bali untuk di rehabilitasi." tegasnya

"Acara ini adalah bagian dari agenda rutin BKMM, BKMM sendiri berdiri dibawah naungan Dewan Masjid Indonesia (DMI), yang terdiri dari kumpulan majelis taklim masjid dan musholla yang tujuan intinya adalah memakmurkan masjid, serta memberikan wawasan keilmuan yang lebih luas kepada umat dan menjalin silaturrahim antar umat." pungkas Hj Any yang juga menjabat sebagai ketua Muslimat NU Provinsi Bali ini.

(Awy)

Minggu, 27 November 2016

Inilah 5 Tingkatan Manusia dalam mendirikan Sholat (Rangkuman kajian Tafsir Qur'an surat Maryam ayat 59 oleh Drs.H.Sholeh Wahid)

Tidak ada komentar:
Rangkuman kajian tafsir surat Maryam Ayat 59
Drs.H.Sholeh Wahid

"Orang succes adalah ia yang diberikan nikmat oleh Allah dan ia diberikan kemampuan untuk menggunakannya dalam menggapai keridhoan Allah"

"Generasi yang buruk adalah generasi yang tidak menjadikan sholatnya lebih baik"

"Kesuksesan orang tua terhadap generasi penerusnya adalah ketika ia dapat mengajarkannya sholat yang lebih baik darinya."

"Sebaik baik generasi dapat dilihat dari kualitas sholatnya, jika sholatnya baik maka baiklah ia, jika sholatnya buruk, buruklah ia"

Pembagian kualitas orang orang yang sholat:

1.Orang yang sholat namun tidak memperhatikan waktu ataupun rukunnya, hanya sekedar sholat tanpa peduli diterima atau tidak, sholat yang asal sholat, Atau ia yang mengerjakan sholat tapi ia tidak serius dengan sholatnya. Orang seperti ini paling rendah tingkatan sholatnya.

2. Orang yang sholat tapi belum memberikan manfaat apa apa, waktunya benar, rukunnya benar, namun secara batiniyah ia belum merasakan nikmatnya komunikasi dengan Allah. Fisiknya sholat tapi hatinya tidak tunduk kepada Allah.

3.  Sholat jihad, yaitu sholat yg diperjuangkan, dia sadar begitu pentingnya sholat, meskipun dalam prakteknya ia sering mengalami kelalaian karna dunia, namun ia tetap berusaha untuk khusyu', ia mendalami betul bahwa sholatnya itu adalah bentuk komunikasi dengan Allah, karna itulah ia terus mencoba memberikan yang terbaik dalam sholatnya.

4. Tingkatan keempat adalah tingkat untuk orang-orang yang rutin menunaikan shalat serta bisa menjaga batas-batas maupun rukun-rukunnya. Ia akan senantiasa mengusir bisikan jahat dari dalam dirinya agar tidak tergoda serta hatinya terdedikasikan untuk melaksanakan batas-batas maupun haknya. Secara singkat bisa dikatakan bahwa hatinya dirasuki shalat dan upaya penyembahan Allah di dalamnya. Perhatian orang dalam tingkatan ini akan tercurah sebagaimana mestinya dengan cara yang sesempurna mungkin. Orang dalam kategori ini di akhirat akan diberikan balasan pahala dan lebih baik dibandingkan tiga tingkatan yang telah dijabarkan sebelumnya.

5. Ia yang sudah berhasil dalam sholat, ia sudah bisa menemukan kenikmatan dalam sholatnya, ia senang berasyik mahsyuk dengan sholatnya, ia suka sekali berlama lama dalam sholatnya, yang ia rasakan adalah, sholat itulah hidupnya.

Itulah lima tingkatan dalam sholat, dimana dan bagaimana kita, kita sendiri yang dapat menilainya.
Dalam pengajaran sholat terhadap anak adalah ketika ia sudah berumur 7 tahun, bagi anak laki laki perlu ditanamkan bahwa sempurnanya sholat baginya adalah sholat di masjid, ketika ia tidak sholat dimasjid maka ia harus merasa belum sempurna. Dan ketika ia sudah berusia 10 tahun,maka tegaslah dalam menyuruhnya untuk sholat, jika tidak maka boleh untuk di pukul.

Dan pada akhirnya, kita harus mempersiapkan generasi generasi penerus kita, untuk menegakkan sholat, sholat yang lebih baik, sholat yang lebih khusyuk, sholat yang dapat memberikan pertolongan dalam kehidupannya.

27 November 2016
Masjid Agung Ibnu Batutah, Nusa Dua, Bali
Dicatat oleh : Awy
Barakallahfikum..

Rabu, 16 November 2016

Begini cara Menjaga Toleransi Antar Umat Beragama di Puja Mandala Nusa Dua Bali (Wawancara Pengurus Masjid Agung Ibnu Batutah)

Tidak ada komentar:
https://scontent.fsub2-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-0/p526x296/Rabu (16/11/16), Selain indahnya destinasi wisata yang ditawarkan pulau bali, dalam hal kerukunan umat beragama juga tak kalah indah untuk disorot dipulau ini, bahkan disini terdapat satu kawasan yang didalamnya terdapat beberapa rumah ibadah, diantaranya Masjid, Gereja Katolik, Vihara, Gereja Protestan dan Pura yang dibangun dalam satu tempat, tempat ini diberi nama Puja Mandala, yang bertempat di Jalan Kurusetra Nusa Dua.

Dalam beberapa kesempatan, tidak sedikit yang meliput atau mewawancara tentang bagaimana kondisi kerukunan antar umat beragama disini, seperti yang dikatakan oleh salah satu pengurus Yayasan Masjid Agung Ibnu Batutah H.Jumali S. dalam sebuah wawancara salah satu stasiun televisi yang kami konfirmasi ulang pernyataannya berikut ini.

"Kerukunan antar agama disini sangat baik selama ini, jarang sekali ada konflik bahkan tidak pernah, di puja mandala ini ada satu paguyuban, yang diketuai langsung oleh lurah Benoa pak Wayan Solo, jadi apapun kegiatan yang akan diadakan masing masing agama harus ada kordinasi dulu di paguyuban, untuk mengantisipasi hal hal yang tidak di inginkan. Pihak paguyuban juga berkordinasi dengan desa adat dan kepolisian, untuk menjaga acara acara yang diadakan di puja mandala ini, selain juga menyediakan tenaga keamanan berupa satpam dan tukang parkir.

salah satu hal penting yang membuat keharmonisan disini adalah seringnya diadakan pertemuan antar tokoh agama, bahkan hampir setiap bulan diadakan rapat. selain membahas isu isu yang berkembang di masyarakat, juga mencari solusi bagaimana mengatasi permasalahan yang terjadi, sekecil apapun permasalahan itu,

Salah satu contoh sikap toleransi yang paling sering terlihat disini adalah ketika pihak gereja sedang mengadakan acara, pihak masjid memberikan lahan parkir, begitupun sebaliknya.
saat salah satu pihak mengadakan acara ulang tahun rumah ibadahnya, kami juga diundang, selama masih berpegang dalam norma agama, ya gak masalah, jadi sangat harmonis sekali hubungan diantara kami." Pungkas H.Jumali.

Begitulah langkah pengurus puja mandala dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama disini, yang diharapkan akan dapat memberikan inspirasi bagi seluruh umat beragama di indonesia, bahkan di seluruh dunia. (Awy)

Sabtu, 05 November 2016

Libur Sekolah, Santri Madin Ibnu Batutah Antusias Khatamkan Qur'an

Tidak ada komentar:
Libur sekolah yang biasa dimanfaatkan anak anak untuk jalan jalan, bermain, atau sekedar nonton televisi dirumah, hari ini (6/11/16) tidak berlaku bagi para santri madin ibnu batutah ini, justru diliburan kali ini mereka dengan penuh antusias mengkhatamkan Al qur'an bersama sama di lantai dasar Masjid Agung Ibnu Batutah Nusa Dua Bali.

Acara ini dimulai dari ba'da shubuh hingga nanti selesai pada ba'da Ashar, yang pandu oleh Ustad Ibnu Subhan Al Habib,

Ustad Ibnu Subhan mengatakan bahwa acara ini diadakan setiap satu bulan sekali, dipilih pada pekan pertama, tujuannya adalah agar anak anak tidak menghabiskan masa libur sekolahnya dengan hal hal yang sia sia, tapi justru dengan kegiatan yang positif, yakni sehari bersama Al Qur'an.
Anak anak mengaku senang dengan kegiatan ini, selain bisa bertemu dengan teman temannya, mereka juga bisa belajar bersama dengan membaca Al Qur'an sampai khatam.

Kegiatan ini juga di dukung oleh komunitas sosial "Gerakan Jumat Sedekah" atau biasa disingkat GJS yang menyumbang makanan dan minuman untuk para santri, mereka yang biasanya bergerak untuk jamaah sholat jumat, kini juga aktif menyumbang untuk kegiatan kegiatan keagamaan yang lain, seperti khataman kali ini.

seperti yang disampaikan oleh salah satu pengurusnya Muntasiroh,

"Sekarang kami tidak bergerak untuk jamaah sholat jumat saja, tetapi untuk kegiatan seperti khataman, santunan anak yatim, dan kegiatan keagamaan yang lain" katanya

" untuk biaya operasional, kami mendapat bantuan dari para jamaah yang menyumbang, bisa dari tenaga, makanan, ataupun dalam bentuk uang, jadi kalau ada yang mau gabung, bisa langsung menghubungi saya." tegasnya.

Acara berlangsung khidmat dan tertib, mencerminkan bahwa kegiatan ini memang harus terus di lanjutkan.(Awy)



Tingkatkan Kualitas Bacaan Qur'an, Ustad Ustadzah TPQ se Kuta Selatan ini Semangat Mengikuti Pembinaan Tilawati

Tidak ada komentar:
Nusa Dua, Minggu (6/11/16),
Tak ada istilah terlambat untuk belajar, dan tak ada kata berhenti untuk menuntut Ilmu, itulah yang jadi semboyan ustad ustadzah TPQ se Kuta selatan ini mengikuti pembinaan membaca Al Qur'an dengan menggunakan metode tilawati pada pagi ini,

Meskipun pada dasarnya mereka sudah berpengalaman menjadi guru di TPQ masing masing, tetapi semangat untuk terus belajar masih terus berkobar di hati mereka,


Pembinaan ini di bimbing oleh Ustadzah Faiqoh, S.Ag dan Ustad Imam Baihaqi perwakilan Tim Pembina Tilawati Kuta Selatan,


Turut terlihat juga disana guru tafsir Qur'an Drs.H.Sholeh Wahid, dengan penuh antusias juga mengikuti pembinaan ini, selain sebagai pengisi materi, beliau juga berjejer sebagai peserta pembinaan, hal ini diperlukan karna dalam mendidik anak atau para santri harus disiapkan dengan matang, seorang guru harus paham betul dengan materi yang disampaikannya, jadi tidak asal mengajar dan yang penting bisa, tetapi harus ada pedoman yang jelas dan telah teruji.


Kegiatan ini diadakan setiap hari minggu pagi, di lantai dasar masjid Agung Ibnu Batutah,

selain ditujukan untuk para ustad dan ustadzah, progam ini juga dipersilahkan untuk umum, jadi siapapun yang ingin belajar dan memperbaiki bacaan qur'annya, diperkanan datang kesini.
(Aw)

Inilah Golongan Manusia yang tidak Mempan oleh Godaan Syetan Rangkuman Kajian Ahad Pagi Oleh K.H.Abdullah Ikhsan

Tidak ada komentar:
Inilah Golongan Manusia yang  tidak Mempan oleh Godaan Syetan
Rangkuman Kajian Ahad Pagi Oleh K.H.Abdullah Ikhsan di Masjid Agung Ibnu Batutah

Kenapa kita sering malas untuk beribadah? Kenapa kita sering melalaikan perintah Allah? Kenapa kita sering melakukan maksiat? Jawabannya adalah karna kita adalah manusia, yang  Allah telah ijinkan sebelumnya kepada iblis, untuk menggoda, untuk menyesatkan kita dari jalanNya, untuk membawa kita kedalam neraka bersama samanya, seperti yang terkutip dalam firmanNya:

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud.”
Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah".
Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina".
iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan",
Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh." (Qs. Al A’raf : 11-15)

Dan hinalah iblis di hadapan Tuhannya, bahkan dengan segala cara akan dilakukan iblis untuk menyesatkan manusia, untuk menemaninya dalam kehinaan itu, seperti yang ia katakan kepada Allah:

"Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”(Qs.Al A’raf : 16-17)

Untuk itu sudah jelas bahwa siapakah manusia yang dapat terbebas dari godaan iblis? Yang pertama adalah ia yang pandai “Bersyukur” lalu Apakah yang di maksud syukur itu? Yaitu orang orang yang menggunakan pemberian dari Allah untuk beribadah kepadaNya, dengan terus menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.

Iblis pun tidak berhenti disitu saja, dengan kelicikan dan kepiawaiannya, ia akan terus mencoba menyesatkan manusia,

“iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,” (Qs.Al Hijr : 39)

Perbuatan yang mengarah kepada kesesatan dijadikannya indah, seperti berzina, mabuk mabukan, dan lain sebagainya yang melalaikan Allah, namun itu semua juga tidak akan berlaku bagi orang yang “Mukhlis”

“kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka" (Qs.Al Hijr: 40)

Lalu, siapakah orang yang mukhlis itu? Yang dimaksud dengan mukhlis ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t.

Tidak berhenti disitu saja, Iblis masih akan terus mencari cara yang lain, mereka memakai cara dengan menakut nakuti manusia kepada kemiskinan, pelit, kikir, dan selalu menyuruh kepada kejahatan, tapi lagi lagi masih saja ada manusia yang bisa terlepas dari godaan itu, yaitu orang yang memperbanyak “Istighfar”, karena Allah menjanjikan kepada manusia itu ampunan dan karuniNya kepada mereka yang mengakui kesalahannya, dan meminta ampun atas dosa dosanya.

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” (Qs.Al Baqarah : 268)

Dan bagi mereka yang selalu meminta perlindungan kepada Allah :

“ dan Katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan, dan aku berlindung (pula) kepada Engkau Ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku." (Qs. Al Mu’minun : 97-98)

Itulah golongan golongan manusia yang insyaAllah kebal dengan godaan syetan, yaitu mereka yang

1.       Pandai Bersyukur
2.       Orang Yang Mukhlis
3.       Orang yang Senantiasa Memohon Ampunan dengan Beristighfar
4.       Dan Orang orang yang selalu meminta perlindungan kepada Allah.

Ya Allah jagakanlah kami dari api neraka,
Jadikanlah kami orang yang selalu menyukuri nikmatMu, jangan jadikan kami sebagai orang yang ingkar,
Jadikanlah kami menjadi orang mukhlis, jangan jadikan kami sebagai orang yang durhaka,
Jadikanlah kami sebagai orang yang Engkau Ampuni, jangan jadikan kami orang sebagai orang yang sombong,
Jadikanlah kami sebagai orang yang selalu mengandalkan Engkau, dan selalu Engkau, dalam segala hal, jangan jadikan kami orang yang kehilangan pegangan hidup, orang yang terkatung katung tanpa arah yang jelas,
Jadikan hidup kami bermanfaat untuk orang lain, jadikan hidup kami hanya untuk memenuhi amanahMu..

Aamiin..

Ahad, 6 November 2016
Masjid Agung Ibnu Batutah, Nusa Dua, Bali
Di Catat oleh: Awy Imam

#MariMengaji


Jumat, 04 November 2016

Ini Tiga Kelompok yang tidak akan disapa oleh Allah meskipun dia Rajin beribadah (Rangkuman Kajian Jumat malam oleh Ustad Hasan Sadzali, Stp)

Tidak ada komentar:
Ini Tiga Kelompok yang tidak akan disapa oleh Allah meskipun dia Rajin beribadah

Rangkuman Kajian Jumat malam oleh Ustad Hasan Sadzali, Stp

"Kita tidak perlu memahami apa itu istiqomah, yang perlu kita lakukan adalah dengan terus menerus melakukan kebaikan, disanalah Allah akan mendatangkan Ma'unah dan petunjuknya."

Mungkin kita mengira setelah rajin beribadah, rajin sholat, puasa, atau sedekah, sudah dengan mudah mendapat cinta dari Allah, tapi taukah bahwa itu semua tidak akan berlaku pada tiga kelompok ini, siapakah mereka?

Tiga kelompok yang tidak akan disapa oleh Allah meskipun ia rajin beribadah adalah:

Pertama, Seseorang yang sudah terikat janji dengan Allah tapi dia mengingkari,
- Saat masih dalam rahim
Allah telah memberikan perjanjian kepada manusia, ditanyakan kepadanya siapakah Tuhanmu? "Allah" jawabnya, Tapi seiring waktu dengan mudahnya ia mengingkari itu, mereka masih menyembah kepada selain Allah, berbuat syirik, dan lain lain

- Saat ijab qabul dalam pernikahan, ketika itu ikrar janji diucapkan, kewajiban suami, kewajiban istri, disanggupi, namun tetap saja di ingkari.

Kedua, Seseorang yang memperdagangkan manusia kemudian menikmati hasilnya.
Contohnya mucikari, dan lain lain, atau berdagang tapi dengan cara yang diharamkan, entah itu dari zat, jenis atau dari usahanya.
Menjual khamr, menipu, mencuri, atau merampok.

Ketiga, orang yang mengambil hak orang lain,
gaji tidak dibayarkan, orang yang berhutang, tapi tidak berniat membayarnya, dan hak hak yang lainnya.
Itulah beberapa kelompok yang tidak akan disapa olehNya di akhirat nanti.

Semoga kita tidak termasuk didalamnya,
Semoga Allah senantiasa menuntun kita di jalanNya,
Semoga Allah senantiasa menyapa kita dengan rahmatNya..

Aamiin

Sekian yang dapat kami rangkum,
Meskipun masih banyak yang belum tercatat,

Semoga bermanfaat,

Jum'at, 4 November 2016
Masjid Agung Ibnu Batutah
Dicatat Oleh : Awy Imam

#MariMengaji

Rabu, 02 November 2016

Wahai Ayah, Mengapa Engkau Menyembah Sesuatu yang tidak dapat Mencukupimu? (Rangkuman Kajian Tafsir Qur'an Surat Maryam Ayat 42 Oleh Drs. H. Sholeh Wahid)

Tidak ada komentar:
Wahai Ayah, Mengapa Engkau Menyembah Sesuatu yang tidak dapat Mencukupimu?

Rangkuman Kajian Tafsir Qur'an Surat Maryam Ayat 42 Oleh Drs. H. Sholeh Wahid

Ini adalah ayat yang mengisahkan tentang Nabi Ibrahim kepada ayahnya

Petunjuk itu biasanya hadir melalui faktor orang tua atau lingkungan,
Keistimewaan nabi ibrahim disini adalah ia mendapatkan petunjuk bukan dari keluarga ataupun lingkungan, melainkan langsung dari Allah, nabi yang dipilih oleh Allah dengan pemahaman tauhid yang luar biasa, bapaknya para Nabi, Nabi yang juga disebut sebagai pemutus garis keburukan dan penyambung garis kebaikan, untuk itulah kita disyariatkan bersholawat kepadanya, selain kepada nabi Muhammad Saw.

Meskipun berbeda pemahaman dengan ayahnya, dalam hal ketauhidan sekalipun, nabi ibrahim masih memanggil ayahnya dengan sebutan Ya Abati atau wahai ayahku yang tersayang.
Mengapa engkau selalu menyembah terhadap sesuatu yang tidak mampu mendengar, tidak pernah bisa melihat, dan tidak bisa menolongmu sedikitpun?

Dengan bahasa yang lembut tanpa kata kata yang kasar, dengan konsep dasar dan logika yang mudah dicerna. Itulah cara dakwah nabi ibrahim kepada orang yang dicintainya.
Nabi ibrahim mendapat tugas dari Allah untuk menjadi Nabi dan Rasul, untuk itulah Allah membekali ilmu yang luas untuknya,

Nabi adalah wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri, tanpa harus disampaikan kepada orang lain,
Sedangkan Rasul adalah wahyu dari Allah untuk disampaikan kepada orang lain,
Disinilah tugas nabi ibrahim, sebagai seorang Nabi dan Rasul ia wajib menyampaikan ilmu yang didapatnya dari Allah, dan yang paling utama untuk di dakwahi adalah orang terdekatnya, orang yang dicintainya, yaitu keluarganya, yang dalam hal ini adalah ayahnya.

Inilah yang juga menjadi tugas kita dalam berdakwah, pertama kali adalah keluarga kita sendiri, istri, anak, orang tua dan yang lainnya, dan tentu dakwah dengan lemah lembut, dengan hikmah, dan tauladan.
Jika dahulu yang disembah berupa berhala, maka untuk zaman ini bisa jadi berbentuk uang, bekerja siang malam tanpa menghiraukan Allah, itu juga bisa menjadi berhala untuk kita.

Uang itu tidak bisa mengenyangkan, uang tidak bisa membahagiakan, tidak bisa mencukupi, uang juga tidak bisa menyembuhkan, karna yang melakukan itu semua adalah Allah.

Seberapapun uang yang kamu punya, jika Allah berkehendak tidak membahagiakanmu, maka tentu kamu tidak akan bahagia,
Jika Allah berkehendak menyembuhkanmu dari penyakit, Allah akan memudahkan kamu menemukan obatnya,

Jika Allah berkehendak mengenyangkanmu, Allah akan memudahkan kamu untuk menjadi kenyang meski kamu tidak mempunyai uang,

Jika Allah berkehendak untuk tidak mencukupimu dengan banyaknya uang, tentu Allah tidak akan mencukupimu, dijadikannya kamu sibuk dengan urusan urusan duniamu tanpa bisa menikmatinya.

Itulah kiranya pesan pesan yang dapat kita ambil dari pertanyaan nabi ibrahim kepada ayahnya, jika ditarik pada zaman sekarang, seolah olah beliau bertanya kepada ayahnya,

"Wahai ayahku tersayang, mengapa engkau menyembah uang yang belum tentu bisa mencukupimu? Belum tentu mengenyangkanmu, dan belum tentu membahagiakanmu, sembahlah Allah, karna Dialah yang Maha mencukupi, Dialah yang Maha pemberi Kebahagiaan.."

Wallahu A'lam..

Semoga bermanfaat.

02 November 2016
Masjid Agung Ibnu Batutah
Nusa Dua, Bali

Dicatat oleh : Awy Imam

#MariMengaji

Selasa, 01 November 2016

Sudah Pantaskah Kita disebut Umat Nabi? (Rangkuman Kajian Tafsir Qur'an surat Maryam Ayat 41 oleh Ust.Drs.H. Sholeh Wahid)

Tidak ada komentar:
Rangkuman Kajian Tafsir Qur'an surat Maryam Ayat 41 oleh Ust.Drs.H. Sholeh Wahid

Jika di ayat ayat sebelumnya Allah menceritakan tentang kisah nabi zakaria yang dalam usia senjanya masih dikaruniai seorang putra, dan tentang nabi Isa yang terlahir tanpa seorang ayah, disana Allah ingin menunjukan kepada kita tentang keMaha kuasaNya,

Di ayat ini Allah kembali mengisahkan tentang salah satu nabiNya, melihat kondisi orang orang quraish yang sangat bangga dengan nasabnya, namun kelakuannya sangat jauh dari nenek moyangnya yang mulia. yaitu tentang Nabi ibrahim, ketika kehidupan orang orang quraish sudah sangat rusak, berzina, merampok,membunuh, sudah menjadi kebiasaan sehari hari,Dengan diturunkannya ayat ini Allah ingin memberikan peringatan kepada mereka, agar mereka sadar, bahwa apa yang mereka lakukan sangat jauh dari sifat sifat nenek moyang mereka yakni nabi ibrahim.

Nabi ibrahim itu mempunyai sifat shiddiq, benar benar telah terbukti kejujurannya, jujur dalam perkataan dan perbuatannya.

Imam nawawi al Bantani dalam Tafsir Munirnya mengatakan, menjadi nabi itu mempunyai derajat yang sangat tinggi, untuk itu Allah tidak pernah main main dalam memilih hambanya untuk menjadi seorang nabi, sebagai penghulu antara manusia dengan Tuhannya.

Untuk mengenalNya, Allah mengutus seorang nabi, agar dalam perjalanannya, manusia tidak mengada ada tentang Tuhannya, membuat syariat sendiri, dan mereka reka tentang dzatNya sesuka hatinya.
Di Ayat ini Allah juga mengingatkan kepada kaum quraish, bahwa menjadi keturunan seorang nabi, maka sikap mereka, kelakuan mereka, haruslah sesuai dengan nenek moyangnya, apakah pantas keturunan seorang nabi berbuat kerusakan?

Inilah yang juga menjadi peringatan untuk kita, pantaskah dengan kelakuan kita saat ini, masih bisa disebut umat nabi kita Muhammad Saw?

Mari sama sama kita berintropeksi, sudah layakkah kita untuk menjadi umatnya?
Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita semua..Aamiin

30/10/2016
Masjid Agung Ibnu Batutah
Di Catat Oleh : Awy Imam

Semoga bermanfaat..

#MariMengaji

Sabtu, 29 Oktober 2016

Rangkuman Kajian Fiqih Islam, Ahad Pagi Oleh K.H.Taufiqurrahman (Bab Sujud Sahwi)

Tidak ada komentar:
Rangkuman Kajian Fiqih Islam, Ahad Pagi pekan kelima
Oleh K.H.Taufiqurrahman

Bab: Sujud Sahwi

Sujud sahwi adalah sujud ketika terlupa atau ragu dalam sholat,
Jika imam salah wajib di ingatkan oleh makmum,
Tahiyyat awal adalah sunnah, lupa ataupun disengaja maka sholat tetap sah.
Maka ketika saat tahiyyat awal imam terlupa dan langsung berdiri, maka haram hukumnya untuk kembali duduk.

Jika terlupa rakaat dan ragu akan rokaatnya, tanamkanlah keyakinan akan rokaatnya, ambillah rokaat yang paling sedikit.

Hal hal yang wajib mengulang adalah ketika yang terlupa adalah rukun shalat, misalkan sujud dan rukuk, jika hal yang sunnah maka tidak wajib mengulang, contoh tahiyyat awal dan qunut.

Jika menjadi imam atau sholat sendiri dan terlupa membaca al fatihah, maka ia wajib mengulang, kecuali makmum, maka tidak wajib mengulang, karna sudah ada imam.

Qunut dalam madzab syafi'i adalah sunnah muakkad, maka jika terlupa disunnahkan untuk sujud sahwi.
Namun ketika imam lupa tidak membaca qunut, lalu kemudian ia berdiri lagi untuk membaca qunut, maka batallah sholatnya, karna ia telah kembali berdiri, berbeda dengan makmum, ketika ia lupa sujud namun imam masih berdiri, maka wajib baginya kembali berdiri.

Jika sholat dhuhur atau ashar terlupa 5 rokaat namun dalam keyakinannya masih 4 rokaat maka itu tetap sah, kecuali jika ada imam berdiri di rokaat kelima kemudian di ingatkan oleh makmum, maka imam wajib duduk kembali, jika sama sama terlupa antar imam dan makmum, dan tidak ada yg mengingatkan, maka sholat tetap sah, jika imam lupa, di ingatkan imam tetap berdiri, maka makmum wajib keluar dari jamaah dan meneruskan sendiri sholatnya karena imam sudah dianggap batal sholatnya.

Sujud sahwi dilakukan sebelum salam, jika ingatnya sebelum salam, namun jika ingatnya setelah salam, maka bacanya setelah salam. bacaannya adalah "Subhanamanlayanamu walayashu"
Dan yang perlu diingat adalah sujud sahwi harus diniatkan dari awal ketika akan melakukannya.

Wallahua'lam..

Referensi kitab
- I'anatutthalibin

Ahad, 30/10/2016
Masjid Agung Ibnu Batutah, Nusa Dua, Bali
Di Catat Oleh : Awy Imam

NB: Mohon maaf bila terjadi kesalahan, mohon kiranya dikoreksi kembali, bisa jadi pencatat belum sepenuhnya memahami apa yang disampaikan oleh sang guru.

Jumat, 28 Oktober 2016

Agar Engkau tak Menyesal (Rangkuman Kajian Tafsir Qur'an Oleh Ustad Drs.SHoleh Wahid, Surat Maryam Ayat 39-40)

Tidak ada komentar:
Rangkuman kajian Tafsir Qur'an surat Maryam Ayat 39 - 40oleh Ustad Drs.H.Sholeh Wahid


Ayat ini menegaskan kepada kita tentang pengambilan keputusan, dimana setiap keputusan kita ada konsekwensinya, jangan sampai kita menyesal di akhirnya.

Unsur dalam taubat itu salah satunya adalah dengan menyesal,
Penyesalan yang paling besar adalah ketika ia diberikan sesuatu, tetapi tidak menyebabkan ia masuk surga, ia diberi harta, tapi tidak membawanya kesurga, ia diberi ilmu, tapi ilmu itu tidak membawanya ke surga, namun justru membawanya kedalam neraka.

Untuk itu Allah memberikan peringatan tentang hari penyesalan itu, kepada orang orang yang lengah, orang orang yang sibuk dengan urusan dunianya, dengan melupakan urusan akhiratnya.

Dengan Sholat lima waktu, Allah ingin mengingatkan kita, agar kita tidak lalai dengan akhirat, agar ketika segala perkara telah diputus, kita tidak menyesal karna membawa iman islam di dada.

Di ayat selanjutnya Allah mengingatkan kita, bahwasanya berapapun harta waris yang diberikan untuk kita, pada akhirnya ia akan kembali kepada Allah,
Maka janganlah kita gadaikan hidup kita dengan susah payah mengejar harta waris hingga melalaikan akhirat, namun pada akhirnya tidak bisa kita nikmati.

"berfikirlah untuk tidak menyesal nanti, karna hal itu yang akan menyelamatkan kita di akhirnya"

"Enak yang kita bayangkan itu paling lama hanya akan bertahan 70 - 80 tahun, maka pikirkanlah bagaimana hidup kita bisa enak ribuan tahun"

"Allah tidak menyebut Qarun sebagai orang yang sukses, meskipun ia telah mengumpulkan warisan bumi sebanyak banyaknya, tapi Allah menyebut nabi Sulaiman adalah hamba yang sukses, karna dengan warisan bumi itu, ia tetap bertaqwa"

Sekian yang dapat kami rangkum, yang sebanarnya masih banyak lagi yang tidak sempat tertulis.

Wallahua'lam
Semoga bermanfaat

26 Oktober 2016
Masjid Agung Ibnu Batutah, Nusa Dua, Bali
Di Catat Oleh : Awy Imam

#MariMengaji

Kamis, 27 Oktober 2016

Kajian Fiqih Islam, Masjid Agung Ibnu Batutah

Tidak ada komentar:

Nasihat imam Syafi'i

Diantara keutamaan ilmu kepada penuntutnya adalah semua umat manusia dijadikan sebagai pelayannya.
Wajib menjaga ilmu laksana orang menjaga harga diri dan kehormatannya.
Siapa yang mengemban ilmu kemudian ia titipkan kepada orang yang bukan ahlinya karena kebodohannya maka ia akan mendzoliminya.

Nasihat imam Syafi'i
Wahai saudaraku, ilmu tidak akan diraih kecuali dengan enam syarat dan akan aku ceritakan perinciannya dibawah ini: Cerdik, perhatian tinggi, sungguh-sungguh, bekal, dengan bimbingan guru dan panjangnya masa. Setiap ilmu selain Al-Qur’an melalaikan diri kecuali ilmu hadits dan fikih dalam beragama. Ilmu adalah yang berdasarkan riwayat dan sanad maka selain itu hanya was-was setan.

Nasihat imam Syafi'i
Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru.
Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya.

Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar,
Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

Dan barangsiapa ketinggalan belajar di masa mudanya,
Maka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya.

Demi Allah hakekat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa.
Bila keduanya tidak ada maka tidak ada anggapan baginya.

Ilmu adalah tanaman kebanggaan maka hendaklah Anda bangga dengannya. Dan berhati-hatilah bila kebanggaan itu terlewatkan darimu.

Ketahuilah ilmu tidak akan didapat oleh orang yang pikirannya tercurah pada makanan dan pakaian.
Pengagum ilmu akan selalu berusaha baik dalam keadaan telanjang dan berpakaian.

Jadikanlah bagi dirimu bagian yang cukup dan tinggalkan nikmatnya tidur
Mungkin suatu hari kamu hadir di suatu majelis menjadi tokoh besar di tempat majelsi itu.


Dari kitab Kaifa Turabbi Waladan Shalihan (Terj. Begini Seharusnya Mendidik Anak), Al-Maghrbi bin As-Said Al-Maghribi, Darul Haq.
------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hadirilah, Kajian Fiqih Islam bersama K.H.M.Taufiqurrahman Setiap hari ahad pekan kedua ba'da sholat shubuh dan hari jum'at pekan ke empat ba'da sholat Maghrib di Masjid Agung Ibnu Batutah Nusa Dua, Bali

Rabu, 26 Oktober 2016

Kajian Tafsir Qur'an Kitab Munir An Nawawi, Masjid Agung Ibnu Batutah

Tidak ada komentar:


































Seorang yg hanya mengetahui ilmu dunia tanpa keimanan

"Mereka hanya mengetahui yg lahir (saja) dari kehidupan dunia,
sedangkan mereka lalai tentang (kehidupan) akhirat."
(Qs.Ar Rum:7)

"Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu ragu tentang akhirat itu,
lebih lebih lagi mereka buta tentangnya."
(Qs.An Naml:66)

"Maka mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu."
(Qs.Fushilat:17)

"Dan mengatakan,"hati kami tertutup" Bahkan,sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya."
(Qs.An Nisa:155)

"Betapa banyaknya tanda tanda (kebenaran) yg nyata,yg telah Kami berikan kepada mereka."
(Qs.Al Ahqaf:26)

"Dan tidak satupun ayat dari ayat ayat Rabb sampai kepada mereka,melainkan mereka sealu berpaling daripadanya (mendustakannya).
(Qs.Al An'am:4)

Naudzubillah..

Semoga kita semua takkan pernah di lalaikan untuk mentadabburi ayat ayat Allah,hanya karena ilmu ilmu keduniaan yg telah kita pelajari,
sehingga membuat hati kita terkunci olehnya..


Aamiin..

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hadirilah, Kajian Tafsir Qur'an Kitab Munir An Nawawi bersama Drs.H.M.Sholeh Wahid, Setiap hari Ahad dan Rabu Ba'da Maghrib Di Masjid Agung Ibnu Batutah Nusa Dua, Bali

Kajian Kitab Riyadus Shalihin An Nawawi, Masjid Agung Ibnu Batutah

Tidak ada komentar:
Nikmatnya ilmu pengetahuan "Dan, Dia telah mengajarkan kepadamu apa yg belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah itu sangat besar." (Qs. An Nisa:113) Kebodohan adalah merupakan tanda kematian jiwa, Terbunuhnya kehidupan dan membusuknya umur. "Sesungguhnya, Aku mengingatkan kepadamu supaya kamu tidak termasuk orang-orang yg tidak berpengatahuan." (Qs. Hud:46) Sebaliknya, ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, kehidupan bagi ruh dan bahan bakar bagi tabiat. "Dan, Apakah orang yg mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yg terang, yg dg cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat, serupa dg orang yg keadaannya berada dalam gelap gulita yg berkali-kali tidak dapat keluar daripadanya.?." (Qs.Al-An'am:122) Kebahagiaan, Kedamaian, dan ketentraman hati senantiasa berawal dari ilmu pengetahuan, itu terjadi karena ilmu mampu menembus yg samar, menemukan sesuatu yg hilang dan menyingkap yg tersembunyi. Alhamdulillah, beruntunglah bagi kita yg senantiasa tak pernah puas untuk mencari ilmu-Nya yg luas, sehingga tentramlah hati kita karnanya.. Aamiin... ----------------------------------------------------------------------------------- Hadirilah, Kajian kitab Riyadus Shalihin An Nawawi bersama Drs.H.M.Sholeh Wahid Setiap Hari Ahad pekan ketiga, Ba'da Sholat Shubuh, di Masjid Agung Ibnu Batutah, Nusa Dua, Bali.

Selasa, 25 Oktober 2016

Galakkan Jum'at Berkah dengan Sedekah, Ibu Ibu Muslimah Ibnu Batutah Gotong Royong Berbagi Makanan untuk Jamaah Sholat Jum'at

Tidak ada komentar:
Jum'at adalah hari raya kaum muslimin, Allah telah memberikan keistimewaan di hari jum'at,  dengan amalan

amalan yang juga di istimewakan, seperti membaca surat al kahfi, memperbanyak membaca sholawat, mandi, memotong kuku, juga tak kalah penting adalah dengan bersedekah.

Jika amalan amalan yang lain adalah amalan yang bermanfaat untuk pribadi, maka dengan sedekah manfaat itu secara langsung bisa dirasakan oleh orang lain, memberi makanan contohnya, hal itulah yang memotivasi ibu ibu muslimah Masjid Agung ibnu batutah untuk menggalakkan progam Jum'at Berkah dengan Sedekah, yaitu dengan membagikan makanan dan minuman kepada jamaah sholat jum'at yang baru turun dari masjid, dengan penuh semangat mereka membagikan nasi bungkus, mie goreng,  teh gelas, dan gorengan, hal inipun disambut antusias oleh para jamaah.

Adalah Ade Chandra David, seorang ibu muslimah yang mempelopori progam ini, awalnya beliau membagikan beberapa kardus teh gelas dan gorengan untuk para jamaah sholat jum'at, hal inilah yang membuat ibu ibu muslimah yang lain tergerak untuk turut menyumbang, hari jum'at selanjutnya sudah banyak tersedia nasi bungkus yang siap dibagikan, dan terus berlanjut di jum'at jum'at berikutnya.

Motivasi Ibu Ade adalah seperti yang dikutip dari akun facebooknya berikut ini ,

“Engkau akan menjadi milik hartamu jika tidak engkau sedekahkan, dan jika engkau sedekahkan, maka harta itu menjadi milikmu.”
Hasan al-Bashri

Kata orang bijak, kita memberi bukan karna berlebih...akan tetapi kita tau banget gimana rasanya kekurangan atau tidak punya sama sekali.

Allah Maha Sayang sama kita, dimudahkannya kita utk beramal sholih...

Jika kita sudah rasakan itu, kerjakan, jangan nunggu omongan orang lain yg memberi teori macem2...yg ada malah gx jadi beramal demi menimbang2 pemikiran mereka...(pinjem istilah Ayah Har Wanto)

Hari ini Sedekah Nasi Jum'at melebar dgn menu laennya...sayangnya gx sempat take a pic utk menu laennya, karena rada telat nge dropped nya

Yaah, apapun bentuknya dari sedekah itu, In Shaa Allah sudah di rekam oleh Yang Maha Merekam 😊 dan tidak akan pernah salah...

Semoga bisa bisa istiqomah, bisa mengajak kepada saudara2 yg laennya utk berbagi, dan yg paling penting semoga Allah subhana wa ta’ala meridhoi apa yg kita kerjakan.
Aamiin yaa Samii'ud du'aa'a..

Ouwh ya, kali ini sedekah udah mulai keroyokan...
Thanks to Mpok Mun Tasiroh, Ayah Har Wanto, Mbak Sri Lestari, Mbak Yani Charisma, Bunda Herdina Marno, Bu Dewi, Mbak Titis, Bang Ach Joey Maulana, Ukhty Husnul Hidayat, Bu Ulya, Bu Dea dan yg gx kesebut, maafin yack... 

Hanya Allah saja sebaik baiknya pemberi balasan.
Alhamdulillahilladzi bi
ni’matihi tatimmus shalihaat

Maafkan..
kami tidak pernah berniat untuk riya' atau ujub atau apalah, apalah... 
Mengabarkan hanya utk kebaikan, syukur2 jadi inspirasi 
Ridho dari Allah sudah cukup bagi kami.. (Nyok ikutan )
ﺁﻟﻠّﻬُﻢَ ﺻَﻠّﯿﮱِ ﯛﺳَﻠّﻢْ ﻋَﻠﮱِ ﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤّﺪْ ﻭَ ﻋَﻠﮱ ﺁﻝِﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
ﺑَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻜُﻢ

Have a jumu'ah barokah day,...

Semoga menjadi amal shalih untuk semuanya, yang dilipat gandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wata'ala, menjadi motivasi untuk orang lain, yang dihitung kebaikannya tanpa berkurang, berkah rizkinya, berkah hidupnya, selamat dunia akhiratnya.. Aamiin Ya Rabbal 'alamiin..

(Awy)





Pencarian Panjang, Pria Asal Munchen Jerman inipun Mantap Ikrarkan Syahadat di Masjid Agung Ibnu Batutah

Tidak ada komentar:

Namanya adalah Karl Friedrich Hieronimus, seorang pria kelahiran Munchen 07 Maret 1978, dengan mantap dan penuh keyakinan mengikrarkan syahadat di Masjid Agung Ibnu Batutah pada selasa 18 Oktober 2016 selesai sholat maghrib dengan dituntun oleh Drs.H.Sholeh Wahid.dan disaksikan oleh para jamaah.

Pria yang biasa dipanggil Hieronimus ini mengaku bahwa tidak ada yang memaksanya untuk memeluk islam, motivasi untuk memeluk islam adalah hanya karna keyakinan dalam hati, ketika ditanyakan bagaimana dengan pandangan orang orang barat tentang islam sebagai teroris, apakah ia tidak takut untuk itu, ia menjawab bahwa itu hanyalah pemahaman yang salah dari mereka, ia sudah keliling ke berbagai negara untuk mempelajari islam, dan iapun semakin yakin, bahwa islam adalah agama yang benar, dan keluarganya pun mendukung akan keputusannya itu.

Ustad Drs.H.Sholeh Wahid memberikan pesan kepada Hieronimus bahwa menjadi muslim tidak cukup dengan membaca kalimat syahadat, tetapi masih ada kewajiban kewajiban lain yang harus dikerjakan, seperti sholat, zakat, puasa, dan haji, untuk itu ia diharuskan untuk terus belajar, cari masjid terdekat, dan belajar dengan ulama setempat.

Beliau juga berpesan bahwasanya sekarang umat muslim adalah saudaranya, seluruh hak hak seorang muslim sudah sepantasnya menjadi tanggung jawab bersama, berbuat baik kepada sesama muslim, dan kepada seluruh umat manusia, hal itu yang harus ditunjukan ketika menjadi seorang muslim. Tambahnya.
Dengan tersenyum Hieronimus menyanggupi, acara itupun ditutup dengan berdo'a bersama, mendoakan keselamatan umat islam, terkhusus untuk Hieronimus, semoga tetap istiqomah dijalanNya. Aamiin
(Awy)




Minggu, 16 Oktober 2016

Peringati Tahun Baru Hijriyyah, Muslimah dan Lembaga Amal Sosial (LAS) Masjid Agung Ibnu Batutah Gelar Santunan Akbar Anak Yatim dan Dhuafa

Tidak ada komentar:





Nusa Dua.
Menyambut Tahun baru hijriyah 1438, Muslimah dan Lembaga Amal Sosial Masjid Agung Ibnu
Batutah menggelar Santunan akbar untuk anak yatim dan dhuafa yang beri tema "Menggapai Berkah bersama Anak Yatim di Bulan Muharram" pada ahad (16/10/16) pagi tadi di lantai dasar Masjid Agung Ibnu Batutah komplek puja mandala Nusa Dua, Bali.

Acara tersebut mengundang anak anak yatim dan dhuafa yang berada di daerah kuta selatan, setidaknya ada lebih dari 160 anak yang didatangkan, turut hadir juga para pengurus Masjid Agung Ibnu Batutah dan para donatur.

Acara dimulai pada pukul 08:00 WITA, diawali penampilan tim sholawat rebana anak yatim dengan menyanyikan sebuah lagu "Belajar diwaktu Kecil" dan "Ya Badrotim", dan di buka oleh pembawa acara Anggi dan Fitri.

Acara berlanjut dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an dan sari tilawah yang dibawakan oleh Dimas Prabowo dan Muhammad Izza Irsyadi, dan disambung dengan pembacaan Asmaul Husna oleh anak anak yatim sebagai bentuk washilah do'a yang ditujukan untuk para donatur, orang tua asuh, dan para guru guru yang telah membinanya selama ini.

Setelah pembacaan selesai acara dilanjut dengan pembacaan laporan oleh ketua panitia Nurhayati Eka, dalam laporannya beliau menyampaikan dana yang masuk tersebut akan digunakan untuk biaya pendidikan anak anak yatim dan dhuafa selama satu tahun kedepan, "Donasi dari bapak bapak dan ibu ibu sekalian, selain untuk menyantuni anak anak pada hari ini, juga akan kami gunakan untuk pembayaran SPP anak anak yatim dan anak anak yang kurang mampu untuk satu tahun kedepan." Pungkasnya, disambung dengan sambutan oleh ketua Muslimah Masjid Agung Ibnu Batutah Wasik Pratiwi, beliau menyampaikan terima kasih kepada segenap panitia yang telah menyelenggarakan acara ini dengan baik, juga kepada para donatur yang telah memberikan sebagian hartanya untuk menyantuni anak anak yatim, "Kami sampaikan banyak terima kasih kepada segenap para panitia yang telah bekerja keras untuk acara ini, dan para donatur sekalian, yang telah memberikan dukungannya dengan sebagian hartanya, semoga Allah membalas amal baik bapak ibu sekalian, aamiin.." pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan penampilan Tim Hadrah Madin Wustho dan Anak anak Yatim, yang ditutup dengan Mauizhotul Hasanah oleh Drs.H.Sholeh Wahid.
dalam ceramahnya beliau menyampaikan tentang proses bagaimana manusia itu mendapat rizkinya, dimulai dari saat masih berada di dalam rahim, dimana saat itu manusia tak perlu repot untuk mencari rizki, Allah telah mencukupinya, kemudian saat baru lahir di dunia, disana rizki seseorang juga tak perlu bekerja, Allah telah mencukupinya hanya dengan melalui isyarat, yaitu menangis, berlanjut pada proses yang ketiga saat seseorang sudah menginjak usia balita dua sampai lima tahun, dimana ia juga masih di cukupi rizkinya tanpa bekerja, namun sudah harus ada sedikit berusaha, yaitu dengan mengunyah sendiri makanannya, disana ia diajari cara makan dan minum oleh orang tuanya, dan saat beranjak dewasa, disanalah ia sudah harus bekerja sendiri untuk menjemput rizkinya, inti dari ceramah beliau adalah bagaimana mengajarkan anak anak agar bisa mandiri, terus belajar dengan giat, agar dalam proses menjemput rizki kedepannya, Allah ,memberikan kemudahan.
Acara ditutup dengan do'a yang juga disampaikan oleh beliau, dan berlanjut ke acara inti yaitu pembagian santunan berupa uang dan bingkisan.
Acara ini diadakan rutin setiap tahunnya, dimana pelaksanaannya dipilih pada bulan Muharram pada tahun hijriyah. (Awy)



Minggu, 28 Agustus 2016

Masjid Agung Ibnu Batutah, Masjid Untuk Semua Bangsa

Tidak ada komentar:
Masjid Agung Ibnu Batutah, Komplek Puja Mandala, Nusa Dua, Bali

Masjid Agung Ibnu Batutah adalah merupakan salah satu tempat ibadah/kegiatan umat yang berada di
kawasan Nusa Dua-Bali. Eksistensinya, praktis sebagai sentral ibadah/kegiatan umat Islam Nusa Dua. Keberadaannya ini sangat penting sekali dalam konsep pariwisata Bali. Di samping untuk keperluan lingkungan umat, juga dapat menopang keperluan ibadah umat yang datang dari segenap penjuru dunia sebagai wisatawan domestik/mancanegara.

Selain Masjid Agung itu, di Nusa Dua masih ada mushola-mushola yang biasa dipakai untuk kegiatan umat Islam untuk keperluan lingkungannya. Keberadaannya sangat penting untuk kegiatan Diniyah. Karena beberapa Mushola yang ada di Kawasan Nusa Dua yang dipakai untuk salat Jumat hanya ada dua saja. Yaitu Mushola Jabal Nur dan Mushola Baitul Amin. Masjid dan Mushola di Bali, khususnya di wilayah destinasi wisata tertentu tidak heran ada saja jamaah yang datang dari negeri seberang. Hal ini merupakan wujud Bali nyaman sebagai tujuan wisata dunia.

Foto Masjid berdampingan dengan Gereja dan masih ada tiga tempat ibadah lainnya berjajar. Tidak mengurangi kekhusukan ibadah agama masing-masing, dokumen Imam Muhayat



Mengingat pentingnya masjid dan mushola untuk keperluan ibadah sebagai kebutuhan umat dan penataan konsolidasi serta pemberdayaan umat, maka dalam program Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali dalam peran fungsional terhadap kelembagaan masjid dan mushola telah terangkum dalam Program Bersama yang disebut dengan "Catur Program Umat (CAPU) yang merupakan Program Jangka Panjang Pembinaan Umat tahun 2006-2030, yaitu:



Pertama, meningkatkan kualitas kesadaran dan pemahaman beragama berbasis masjid. Konsep ini sangat penting sekali. Disinyalir ada umat dengan pemahaman agama yang kurang mendalam dan tidak sesuai dengan kaidah dan syariat agama, maka  dikhawatirkan akan semakin menyuburkan kesadaran dan pemahaman yang justru jauh dari yang diharapkan dari nilai-nilai luhur, dan keagungan islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.



Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan peningkatan mutu perguruan tinggi, dan mutu sekolah-sekolah. Dalam hal ini tentu masjid dan mushola diharapkan mempunyai andil signifikan dalam rangka merealisasikan tujuan tersebut, baik dapat dilaksanakan secara langsung maupun tidak langsung dengan tujuan mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik. Karena pendidikan merupakan syarat utama individu dapat menggauli perubahan zaman yang dinamis agar umat tidak tercerabut dari akar nilai-nilai Islam.



Ketiga, meningkatkan kualitas sosial ekonomi umat, melalui perekonomian pro rakyat berbasis syariah. Inti dari ekonomi rakyat berbasis syariah adalah ekonomi yang mampu mendorong peningkatan kualitas kemanusiaan, berlangsungnya kesamaan kesempatan dalam memperoleh penghidupan yang dilandasi dengan kemandirian serta terwujudnya kesatuan dalam kesemestaan agar terjalinnya rasa rela berbagi demi kesejahteraan bersama.



Keempat, meningkatakan kualitas kesadaran berbangsa dan bernegara untuk mencapai martabat khaira ummah. Telah disadari bahwa bangsa Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Meraoke yang terangkum dalam keanekaragaman suku, bangsa, keyakinan, adat, dan budaya merupakan agenda pokok terwujudnya kesatuan pandangan untuk mewujudkan Indonesia Raya.



Empat pilar, sebagai landasan pokok bernegara: Pancasila; UUD 1945; NKRI; Bhinneka Tunggal Ika; dan bisa ditambah lagi kebersamaan-lah yang dapat mendorong terwujudnya bangsa dan negara yang kuat tentu menjadi idaman kita bersama.



Semua ini merupakan bagian dari pencermatan kegiatan kompasianer dalam mengakrabi berbagai kegiatan organisasi yang selalu menjadi inspirasi dalam segenap kreativitas ekspresi dalam wujud berbagai kegiatan. Konsep inti dari kegiatan semua itu agar dapat selalu mengarah pada muara yang menjadi tujuan bangsa Indonesia agar selalu mendapat ridaNya.

Imam Muhayat,
Bali, 17 November 2014.

Disalin dari http://www.kompasiana.com/imammuhayat/masjid-untuk-semua-bangsa-di-nusa-dua-bali_54f93969a33311fc078b491b


Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa
Vihara Budha Guna
Gereja Kristen Protestan Jemaat Bukit Dua
Pura Jagat Natha Nusa Dua




Kamis, 18 Agustus 2016

Rabu, 17 Agustus 2016

Sambut HUT RI ke 71, Masjid Ibnu Batutah di Gemakan Sholawat Oleh Tim Marawis IRMAIBA

Tidak ada komentar:
Setelah acara lomba dilaksanakan untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke 71, Tim Marawis Irmaiba
menggelar sholawat bersama yang diberi tema "Gema Sholawat Sambut Kemerdekaan" yang diadakan pada Rabu (17/8/16) pukul 20:00 Wita seusai sholat isya' di Masjid Agung Ibnu Batutah Nusa Dua Bali.

Acara ini merupakan inti acara dari rangkaian peringatan HUT RI ke 17 yang diadakan di Masjid Agung Ibnu Batutah oleh IRMAIBA, sekaligus penyerahan hadiah kepada para juara lomba yang diadakan pada sore yang lalu.

Dalam acaranya tim Marawis Irmaiba membuka acara dengan lagu 17 Agustus 1945 yang dinyanyikan bersama sama dengan para hadirin. dilanjut dengan sholawat badar dan Sholawat Isfa'lana.

Terlihat begitu antusias para hadirin melantunkan sholawat bersama sama, diselingi dengan tepuk pramuka dan tepuk anak sholeh di sela sela acara.

Acara ditutup pada pukul 22:00 Wita dengan penyerahan hadiah yang diwakilkan oleh Ustad Ibnu Subhan Al Habib selaku Pembina IRMAIBA dan guru TPQ Ibnu Batutah, juga para anggota Tim Marawis IRMAIBA.

Semoga dengan sholawat yang senatiasa dilantunkan, dapat mengiringi kemerdekaan indonesia dengan sebenar benarnya merdeka.Aamiin.. (Awy)














 
back to top