Rabu, 02 September 2015

Etika Bertetangga

Tidak ada komentar:
Oleh: Ustad Imam Suyuthi, LC
“Tidaklah seorang mukmin (yang sejati), seorang dalam keadaan kenyang (kecukupan) padahal tetangga disampingnya dalam dalam keadaan kelaparan (kekurangan).
(HR.Bukhari)
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,
Ada 3 kriteria tetangga dalam islam

1.Tetangga sesama manusia, yang terlahir dari Nabi Adam dan Hawa, yang dengan itu mereka mempunyai satu hak, yaitu hak bertetangga.

2.Tetangga sesama manusia, sesama muslim, sehingga mereka mempunyai dua hak, yaitu hak sesama manusia dan hak sesama muslim.

3.Tetangga sesama manusia, sesama muslim, dan sekerabat, keturunan, persaudaraan, sehingga mempunyai tiga hak bertetangga.
Tetangga adalah orang-orang sering kita banyak berhubungan dengannya, ketika kita sakit maka merekalah yang sering kita repotkan, ketika kita susah merekalah yang sering kita mintai bantuan, sehingga islam sangat memperhatikan kedudukan serta hak-hak mereka.
Rosululloh SAW bersabda:
مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ) رواه البخاري(
“Tidak henti-hentinya Malaikat Jibril berwasiat kepadaku dalam masalah tetangga, sehingga aku menyangka sesunggguhnya ia akan memberikan hak waris padanya. “ (HR. Al-bukhori)
Rosululloh SAW bersabda
Jadilah seorang yang wira’i maka engkau adalah orang yang paling taat beribadah, Jadilah orang yang qona’ah, maka engkau adalah orang yg paling bersyukur, cintai manusia seperti engkau mencintai dirimu sendiri, maka engkaulah orang yang beriman (dgn sebenarnya), berbuat baiklah kepada tetangga, maka engkaulah orang islam (yang sebenarnya).
Rasululloh SAW telah bersabda, Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman (dengan sempurna)! Nabi ditanya: Siapa, wahai Rasululloh! Nabi menjawab: orang yang tetangganya tidak merasa aman dengan perbuatan jeleknya (HR. Al-Bukhori).

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-bukhori dari Abu Hurairoh RA: Nabi ditanya tentang perempuan yang gemar melakukan sholat malam, puasa, bersedekah. Tetapi ia selalu menyakiti tetangganya, Rosululloh SAW menjawab: tiada kebaikan baginya, ia sebagian dari ahli neraka.

Adapun sebagian etika bertetangga adalah :
1.     Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka dengan menampakkan raut wajah yang penuh rasa persaudaraan

Diriwayatkan dari Abi Syuraih Al-khuza’I, sesungguhnya Nabi SAW bersabda: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka Hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya.
Rosululloh SAW bersabda: Sebaik-baik teman menurut Alloh SWT adalah orang yang paling baik terhadap temannya, dan sebaik-baik tetangga menurut Alloh SWTadalah orang yang paling baik terhadap tetangganya.

2. Tidak menyakiti mereka atau melakukan suatu yang  mengganggu kenyamanan mereka, dan ikut serta dalam menjaga harta dan hargadirinya dan keluarganya.


 Diriwayatkan dari Abu Hurairoh RA ia berkata, Rosululloh SAW bersabda: Barang siapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya…..(HR: Al-bukhori dan Muslim)

3. Peduli dan mau berbagi serta saling memberi dalam bentuk hadiah ataupun yang lain, karena itu akan menimbulkan rasa kasih sayang
Rosululloh SAW bersabda:“tidaklah seorang mukmin (yang sejati), seorang dalam keadaan kenyang (kecukupan) padahal tetangga disampingnya dalam dalam keadaan kelaparan (kekurangan).
. Rasulullah SAW bersabda:” kepada Abu Dzarr,Wahai Abu Dzarr! apabila engkau memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu. (HR. Muslim).

4. Hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka dan berduka cita di dalam duka mereka, dan berbaik sangka dan tidak mencari-cari kesalahan/kekeliruan mereka


5. Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik dan kejelekan mereka

 Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah…. (disebutkan di antaranya)- : Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau keberangkatannya?. (HR. Ahmad)

Hasan Al-Basri berkata: “baik dalam bertetangga bukan hanya mencegah kejelekan yang akan menimpa tetangga, tetapi juga sabar dalam menghadapi kejelekan tetangga.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top